DKI Jakarta Berambisi Menjadi Salah Satu Kota Global Terkemuka pada Tahun 2029
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan untuk menempatkan ibu kota dalam jajaran 50 besar kota global pada tahun 2029. Target ambisius ini diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono, pada acara pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Jakarta yang berlangsung di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan.
"Kita memiliki target untuk mencapai peringkat 50 besar pada tahun 2029. Apakah ini mungkin? Saya yakin, dengan kerja sama yang solid, kita pasti bisa," tegas Pramono.
Saat ini, Jakarta menduduki peringkat ke-74 dari 156 kota dalam daftar kota global. Gubernur Pramono meyakini bahwa posisi ini masih dapat ditingkatkan secara signifikan selama masa kepemimpinannya.
"Saat ini, kita berada di peringkat 74 dari 156 kota global," ungkapnya.
Kendati memiliki aspirasi besar untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global, Pramono menegaskan bahwa upaya ini tidak akan menggerus identitas budaya lokal, khususnya budaya Betawi yang kaya dan unik.
"Kami akan memastikan adanya ruang yang menjadi simbol dari komitmen kita untuk melestarikan adat istiadat budaya. Budaya Betawi adalah budaya utama yang menjadi ciri khas Jakarta," jelasnya.
"Kami berkomitmen untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang terus meningkat peringkatnya, namun tanpa kehilangan akar budayanya, yaitu budaya Betawi," imbuh Pramono.
Wujud nyata dari komitmen ini tercermin dalam tema HUT ke-498 Jakarta tahun ini, yaitu "Jakarta Kota Global dan Berbudaya". Tema ini mencerminkan visi untuk mengembangkan Jakarta sebagai kota modern yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono juga meresmikan kawasan revitalisasi Blok M Hub. Proyek ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan terminal dan pusat perbelanjaan Blok M yang sempat mengalami penurunan aktivitas akibat pandemi Covid-19.
"Kami ingin menjadikan Blok M Hub sebagai pusat kegiatan yang hidup selama 24 jam," kata Pramono.
Menurutnya, Blok M dipilih sebagai lokasi revitalisasi karena infrastrukturnya yang sudah tertata dengan baik serta kedekatannya dengan memori kolektif warga Jakarta. Blok M memiliki sejarah panjang sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya di Jakarta.
"Banyak kenangan yang terukir di Blok M ini, baik suka maupun duka. Blok M juga menjadi salah satu tempat yang membesarkan nama Bang Doel," pungkasnya.