Gempa Bengkulu: Dampak Guncangan Akibatkan Korban Jiwa dan Kerusakan Ratusan Bangunan
Bengkulu berduka setelah gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada hari Jumat, 23 Mei 2025. Guncangan kuat ini tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan merenggut nyawa seorang warga.
Korban jiwa diketahui bernama Suheri Lensi, seorang ibu rumah tangga berusia 53 tahun yang beralamat di Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu. Informasi yang dihimpun, korban meninggal dunia akibat serangan jantung yang diduga dipicu oleh kepanikan saat gempa terjadi. Suaminya, Ahmad Junaidi, mengungkapkan bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit jantung dan sangat terkejut saat merasakan guncangan gempa. Setelah pingsan, korban segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mencatat bahwa gempa bumi ini telah berdampak pada 248 bangunan di berbagai wilayah. Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Di Kota Bengkulu, kerusakan meliputi:
- Dua unit sekolah
- Dua masjid
- Dua kantor camat
- Fasilitas umum lainnya
- 192 rumah warga
Sementara itu, di Kabupaten Bengkulu Tengah, tercatat enam unit bangunan yang terdampak, dengan rincian sebagai berikut:
- Desa Nakau: Satu unit rumah warga rusak berat
- Desa Pondok Kubung: Satu unit rumah warga rusak berat
- Satu unit PAUD
- Dua unit SD
- Satu unit SMK
Pihak BPBD terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan bantuan kepada para korban dan melakukan penanganan terhadap dampak gempa bumi ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.