Prioritaskan Keselamatan dan Kekhusyukan: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Diupayakan Wukuf di Arafah
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini kembali menyoroti pentingnya Wukuf di Arafah sebagai inti dari rukun haji. Pemerintah Indonesia, melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan wukuf di Arafah, tanpa terkecuali. Bahkan, bagi jemaah yang sakit atau memiliki keterbatasan fisik, PPIH telah menyiapkan skema khusus agar mereka tetap dapat mengikuti prosesi wukuf.
KH Abdul Moqsith Ghazali, Musytasyar Diny PPIH Arab Saudi, menyampaikan bahwa wukuf di Arafah adalah esensi dari ibadah haji, merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan "Haji adalah Arafah". Oleh karena itu, PPIH berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi seluruh jemaah agar dapat hadir di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Jemaah yang dalam kondisi kurang sehat akan diikutsertakan dalam program safari wukuf, di mana mereka akan dibawa ke Arafah dengan ambulans saat waktu wukuf tiba, kemudian dikembalikan ke lokasi perawatan setelahnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap pentingnya wukuf dalam rangkaian ibadah haji.
Arafah memiliki sejarah dan keutamaan yang mendalam dalam agama Islam. Tempat ini diyakini sebagai lokasi pertemuan kembali antara Nabi Adam dan Siti Hawa setelah terpisah selama ratusan tahun. Selain itu, Arafah juga menjadi tempat Malaikat Jibril memperkenalkan ibadah haji dan manasik kepada Nabi Ibrahim. Nama Arafah sendiri berasal dari peristiwa ketika Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Ibrahim, 'Apakah kamu mengetahui?' dan dijawab 'Araftu' (saya mengetahui).
Wukuf di Arafah dimulai setelah matahari tergelincir pada tanggal 9 Zulhijah hingga sebelum fajar tanggal 10 Zulhijah. Selama wukuf, jemaah haji dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Tidak ada bacaan atau doa wajib yang harus dilafalkan, namun jemaah diharapkan dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memanjatkan doa-doa terbaik.
Lebih lanjut, jemaah haji yang akan melaksanakan wukuf dapat memulai ihram atau niat haji di hotel masing-masing. Selama berada di Arafah, jemaah diimbau untuk menjaga sikap dan ucapan, serta menghindari perbuatan yang tidak pantas. Jemaah juga diminta untuk tidak terlalu sering keluar dari tenda, mengingat suhu di Arafah yang cenderung panas. PPIH mengimbau jemaah untuk fokus beribadah dan memanfaatkan momen wukuf sebagai kesempatan untuk introspeksi diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, KH Abdul Moqsith Ghazali juga mengingatkan jemaah haji untuk senantiasa menjaga lisan dan perbuatan selama berada di Arafah. Beliau mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang melarang mencaci, bahkan terhadap ayam yang membangunkan kita di waktu subuh, apalagi terhadap sesama manusia. Beliau juga mengingatkan agar jemaah tidak melakukan transaksi jual beli selama wukuf di Arafah, agar fokus pada ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.