Performa Manchester United Merosot di Bawah Amorim, Shearer Prediksi Pemecatan

Manchester United (MU) mengalami penurunan performa yang signifikan di bawah kepemimpinan pelatih Ruben Amorim. Kegagalan meraih trofi dan inkonsistensi permainan telah memicu spekulasi mengenai masa depan sang pelatih asal Portugal.

Alan Shearer, mantan pemain Newcastle United, secara terbuka menyatakan keraguannya terhadap kemampuan Amorim untuk membawa MU kembali ke puncak kejayaan. Shearer bahkan tidak akan terkejut jika manajemen klub memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Amorim pada akhir musim ini.

"Ada banyak pertanyaan tentang masa depan Ruben Amorim saat ini. Situasinya mirip dengan yang terjadi di Tottenham Hotspur. Saya tidak akan terkejut jika dia bukan lagi manajer di awal musim depan, entah itu keputusannya atau bukan," ujar Shearer, seperti dikutip dari Marca.

Statistik menunjukkan bahwa MU memang mengalami penurunan performa di bawah asuhan Amorim. Dari 41 pertandingan yang telah dijalani, Setan Merah hanya mampu meraih 16 kemenangan, 8 hasil imbang, dan menelan 17 kekalahan. Produktivitas gol MU juga tidak terlalu menggembirakan, dengan hanya mencetak 73 gol di semua kompetisi, sementara lini belakang mereka kebobolan 70 gol.

Kekalahan terakhir MU terjadi di final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion San Mames, Bilbao, MU takluk dengan skor 0-1. Kekalahan ini semakin memperburuk citra Amorim di mata para penggemar dan pengamat sepak bola.

Shearer menilai bahwa kekalahan di final Liga Europa menjadi bukti nyata kegagalan Amorim dalam menangani MU. Ia menyoroti kurangnya kreativitas, tenaga, dan energi dalam permainan MU, serta kekacauan yang terjadi di lapangan.

"Mereka sebenarnya jauh lebih buruk di bawah dia. Mungkin akan lebih baik kalau mereka menjuarai Liga Europa, tapi masalah mereka terangkum dalam 97 menit: tak ada kreativitas, tak ada tenagam tak ada energi, dan benar-benar kacau," tegas Shearer.

Performa buruk MU di bawah Amorim telah menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar dan memicu spekulasi mengenai penggantinya. Beberapa nama pelatih top Eropa dikaitkan dengan kursi kepelatihan MU, termasuk Zinedine Zidane, Mauricio Pochettino, dan Erik ten Hag.

Manajemen MU dihadapkan pada keputusan sulit terkait masa depan Amorim. Jika mereka memutuskan untuk mempertahankan Amorim, mereka harus memberikan dukungan penuh dan waktu yang cukup untuk membangun tim yang solid. Namun, jika mereka memutuskan untuk memecat Amorim, mereka harus segera mencari pengganti yang tepat untuk membawa MU kembali ke jalur kemenangan.