Bali Targetkan Zero Waste: Kolaborasi Hotel dan Inisiatif Global untuk Kurangi Sampah Plastik

Bali terus berupaya memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dengan meluncurkan inisiatif ambisius bertajuk "Destination Zero Waste Bali". Program ini merupakan buah kolaborasi antara Enviu, TUI Care Foundation, dan Global Tourism Plastics Initiative (GTPI), yang bertujuan untuk mengurangi secara signifikan sampah plastik di sektor perhotelan Pulau Dewata. Peluncuran inisiatif ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya Bali untuk mengatasi masalah sampah, sejalan dengan penunjukan provinsi ini sebagai proyek percontohan untuk reformasi pengelolaan sampah nasional.

Inisiatif "Destination Zero Waste Bali" didasarkan pada kerangka kerja dan komitmen global yang ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) dan UN Tourism. Proyek ini akan berfokus pada pengujian dan penerapan solusi inovatif untuk mengurangi sampah plastik di industri perhotelan, mengingat sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bali.

Sebagai tahap awal, lima hotel di Bali telah dipilih untuk berpartisipasi dalam proyek ini, yaitu Nirjhara, Raffles Bali, Segara Village, Tonys Villa and Resort, dan Tui Blue Berawa. Kolaborasi ini akan memungkinkan pengujian solusi pengurangan sampah plastik secara langsung di sumbernya. Selama tiga bulan, tim proyek akan bekerja sama dengan masing-masing hotel untuk mengidentifikasi area-area yang bermasalah, mengimplementasikan solusi yang sesuai, dan mengevaluasi potensi penerapan solusi tersebut secara luas di seluruh sektor pariwisata Bali.

Alexander Panczuk, Direktur Eksekutif TUI Care Foundation, menekankan pentingnya pariwisata sebagai kekuatan untuk perubahan positif. Ia menyatakan bahwa melalui "Destination Zero Waste Bali", inovasi dan kolaborasi akan ditempatkan di jantung sektor pariwisata untuk memastikan kelestarian alam Bali bagi generasi mendatang, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal.

Proyek ini juga merupakan kelanjutan dari lokakarya Global Tourism Plastics Initiative (GTPI) yang sebelumnya diselenggarakan di Bali oleh Sekretariat 10YFP, UNEP. Lokakarya tersebut mengidentifikasi berbagai hambatan dan peluang sistemik, mulai dari kemasan dalam rantai pasok hingga keterlibatan tamu. Hotel-hotel yang berpartisipasi akan menggunakan perangkat yang dikembangkan oleh GTPI untuk mendata penggunaan plastik sekali pakai dan menerapkan solusi untuk mengurangi sampah plastik dalam proses operasional mereka.

Jorge Laguna Celis, Kepala Sekretariat 10YFP, memuji kepemimpinan kuat yang ditunjukkan oleh sektor pariwisata Bali. Ia menggambarkan proyek ini sebagai contoh nyata dari aksi nyata yang terukur, berbasis kolaborasi, dan kepemilikan lokal, yang diharapkan oleh Global Tourism Plastics Initiative.

CEO Enviu, Paul van der Linden, menekankan bahwa solusi jangka panjang untuk masalah sampah plastik harus memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat, termasuk staf, tamu, dan manajemen hotel. Dengan melibatkan para pemangku kepentingan ini, "Destination Zero Waste Bali" tidak hanya bertujuan untuk mengurangi sampah, tetapi juga untuk mengubah pola pikir dan meletakkan dasar bagi model pariwisata regeneratif yang selaras dengan nilai-nilai budaya dan lingkungan Bali.

Van der Linden menambahkan bahwa solusi akan dikembangkan secara kolaboratif dengan hotel, dengan fokus pada hal-hal yang berdampak, praktis, dan realistis dari sudut pandang bisnis. Ia menyatakan keyakinannya bahwa bisnis dapat menjadi pendorong untuk kebaikan, dan ia menantikan kerjasama dengan hotel-hotel pionir ini untuk menyelesaikan masalah plastik di Bali.

I Putu Yudha Mastera Sulaksana, Manajer Operasional Tonys Villa and Resort, salah satu hotel peserta, mengungkapkan antusiasmenya untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Ia mengakui bahwa sebagai hotel independen berskala kecil, mereka selalu berusaha untuk memberikan dampak positif pada lingkungan, tetapi seringkali terkendala oleh keterbatasan sumber daya. Dengan mengikuti proyek "Destination Zero Waste Bali", mereka berharap dapat memperoleh dukungan dan peluang untuk mengeksplorasi cara-cara praktis untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai di hotel mereka.