Puting Beliung Landa Wonosobo, Puluhan Rumah Rusak dan Tiga Keluarga Mengungsi
Puting Beliung Landa Wonosobo, Timbulkan Kerusakan Signifikan dan Tiga Keluarga Mengungsi
Bencana angin puting beliung menerjang Dusun Tempuran, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo pada Minggu, 9 Maret 2025, sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup signifikan pada sejumlah bangunan, memaksa beberapa keluarga untuk mengungsi dan meninggalkan rumah mereka yang rusak parah. Angin kencang yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut menyebabkan kerusakan atap rumah dan berbagai fasilitas umum.
Berdasarkan laporan resmi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Dudy Wardoyo, pada Senin, 10 Maret 2025, tercatat empat rumah mengalami kerusakan berat. Keempat rumah tersebut milik Walyadi, Nurhidayat, Jamroni, dan Rusdiyanto. Rumah Walyadi, Nurhidayat, dan Jamroni mengalami kerusakan total pada atap, sementara rumah Rusdiyanto mengalami kerusakan atap hingga 40 persen. Selain keempat rumah tersebut, terdapat 16 rumah yang mengalami kerusakan ringan, dan 15 rumah lainnya turut terdampak, meskipun kerusakannya relatif lebih kecil. Salah satu fasilitas umum yang terdampak adalah Madrasah TPQ setempat.
Akibat bencana ini, tiga keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat mereka karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk dihuni. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dampak ekonomi dari peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Kerusakan yang dialami meliputi atap rumah yang hancur, kerusakan struktur bangunan, dan berbagai kerusakan lainnya. Untuk sementara, jaringan listrik di wilayah terdampak dipadamkan guna memastikan keselamatan dan mempermudah proses perbaikan infrastruktur.
BPBD Kabupaten Wonosobo, bersama dengan berbagai instansi terkait seperti TNI, Polri, Tagana, Banser/BAGANA, dan relawan gabungan, serta masyarakat setempat, bahu membahu dalam penanganan pasca bencana. Upaya darurat yang dilakukan meliputi pembersihan material puing, pembukaan akses jalan yang terhambat, dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif. Warga bersama relawan juga secara aktif melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa material akibat puting beliung.
Kebutuhan mendesak bagi para korban bencana meliputi:
- Bahan makanan pokok
- Alat tidur
- Terpal
- Seng
- Paku
Dudy Wardoyo menyampaikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat dan relawan yang berperan penting dalam proses penanganan awal dan pendataan dampak kerusakan. Kerja sama dan solidaritas ini menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi dampak bencana puting beliung tersebut.