Klarifikasi Petugas Haji Terkait Video Viral Jemaah Haji di Makkah

Mekkah, Arab Saudi – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan sejumlah jemaah haji Indonesia di lobi sebuah hotel di Makkah, memicu narasi bahwa mereka telah ditelantarkan. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan sigap memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut, memastikan bahwa semua jemaah haji Indonesia akan mendapatkan akomodasi yang layak.

Video yang beredar menampilkan beberapa jemaah haji dengan koper mereka di lobi hotel. Pengunggah video menyampaikan kekhawatiran bahwa jemaah tersebut kebingungan karena tidak ada petugas haji yang hadir di hotel. Dalam video tersebut, terlihat seorang petugas dari perusahaan layanan haji (syarikah) sedang berusaha menghubungi seseorang. Perekam video menjelaskan bahwa mereka berasal dari beberapa kloter yang tiba dari Madinah pada sore hari waktu setempat, dan berharap ada pihak yang dapat menghubungi petugas haji untuk membantu mereka.

Menanggapi video viral tersebut, Kepala Sektor 2 Daerah Kerja Makkah PPIH, Ramlan, meluruskan narasi yang menyebutkan adanya penelantaran jemaah. Beliau menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada dini hari tanggal 18 Mei. Menurut Ramlan, jemaah tersebut awalnya diantar ke hotel 209, meskipun tidak ada jadwal kedatangan jemaah dari Madinah ke hotel tersebut pada waktu itu. Hotel 209 juga belum siap menerima jemaah Indonesia, sehingga tidak ada petugas PPIH yang berjaga.

Akibat situasi tersebut, sembilan jemaah haji berinisiatif untuk mencari bantuan di hotel 210, di mana terdapat petugas syarikah di lobi. Ramlan menambahkan bahwa saat kejadian, dirinya dan tim dari Sektor 2 sedang fokus mengurus kedatangan jemaah di hotel 221. Setelah menerima informasi mengenai situasi di hotel 210, Ramlan dan timnya segera menuju ke lokasi.

"Kami datang ke lobi 210, dan ternyata jemaah yang datang sudah ada di sana," kata Ramlan.

Ramlan kemudian memeriksa data jemaah dan kartu identitas yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama. Hasilnya, empat jemaah memang seharusnya ditempatkan di hotel 210. Dengan bantuan maktab, penempatan keempat jemaah tersebut berhasil diselesaikan. Sementara itu, empat jemaah lainnya seharusnya ditempatkan di hotel di sektor empat, dan satu jemaah di sektor 10. PPIH dari sektor 2 kemudian mengantarkan kelima jemaah tersebut ke sektor mereka masing-masing.

Ramlan juga menyampaikan apresiasi kepada pihak syarikah di hotel 210 yang dengan cepat menginformasikan kedatangan jemaah tersebut. Beliau menekankan bahwa masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga jemaah dapat segera memasuki kamar hotel mereka masing-masing. Menurut konfirmasi Ramlan kepada para jemaah, proses penyelesaian masalah ini tidak memakan waktu lebih dari satu jam sejak kedatangan mereka di hotel.

Ramlan menjelaskan bahwa para jemaah sempat menanyakan alasan mengapa mereka dibawa ke hotel tersebut. Saat itu, prioritas utama jemaah adalah segera mendapatkan kamar untuk beristirahat. Oleh karena itu, Ramlan dan timnya fokus untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan memastikan data jemaah akurat sebelum mengantar mereka ke lokasi yang tepat.

Ramlan menegaskan bahwa narasi yang beredar mengenai penelantaran jemaah tidak akurat. Beliau berharap semua pihak dapat melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial.

"Saya sangat menyayangkan kejadian ini, dan berharap tidak terulang kembali. Jika ada masalah, saya sangat terbuka 24 jam untuk tabayun, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan jemaah," pungkas Ramlan.