Survei: Dukungan Publik Mengalir Deras untuk Program Sekolah Rakyat Prabowo

Dukungan Publik Tinggi untuk Program Sekolah Rakyat

Survei terbaru menunjukkan dukungan publik yang signifikan terhadap program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Mayoritas masyarakat Indonesia, tepatnya 94,4 persen, menyatakan setuju dengan program ini. Bahkan, 28,2 persen di antaranya sangat setuju dengan gagasan tersebut.

Survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada 7-12 April 2025, melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Hasilnya, kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas program ini sangat tinggi. Lebih dari 80 persen responden yakin bahwa Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah anak putus sekolah dan memutus rantai kemiskinan.

Optimisme Terhadap Efektivitas Program

Kepercayaan terhadap program Sekolah Rakyat tidak hanya datang dari kelompok masyarakat yang menjadi target utama, yaitu kelompok ekonomi menengah ke bawah. Dukungan juga datang dari kalangan menengah hingga atas, menunjukkan optimisme lintas kelas terhadap potensi program ini.

Menurut peneliti Litbang Kompas, MB Dewi Pancawati, dukungan dan keyakinan yang tinggi dari publik menunjukkan bahwa program ini memiliki potensi besar untuk berhasil mencapai tujuannya. Hal ini disampaikan saat bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kemensos.

Tantangan dan Resosialisasi

Meski dukungan publik tinggi, survei juga menyoroti adanya tantangan. Tingkat pemahaman masyarakat mengenai teknis pelaksanaan dan manfaat program masih belum merata. Oleh karena itu, resosialisasi program secara masif dan tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan.

Direktur Pemberitaan Kompas TV, Yogie Arief Nugroho, juga menyatakan optimisme bahwa program Sekolah Rakyat mudah diterima masyarakat karena konsepnya yang sederhana dan relevan dengan kebutuhan saat ini.

Implementasi dan Target Pemerintah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pendirian Sekolah Rakyat di 100 lokasi di seluruh Indonesia. Saat ini, 65 lokasi sudah siap beroperasi pada Juli 2025, dengan kapasitas menampung lebih dari 6.000 siswa.

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 200 Sekolah Rakyat, dengan skema pembiayaan yang melibatkan partisipasi swasta dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara seimbang. Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan modern seperti asrama, laboratorium, ruang olahraga, dan sarana pengembangan keterampilan.

Model Pendidikan Inklusif dan Berbasis Potensi

Model pendidikan di Sekolah Rakyat dirancang untuk menciptakan individu unggul dari kelompok ekonomi paling rentan. Program ini terbuka bagi siswa dari keluarga miskin dengan kurikulum yang dirancang khusus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kurikulum akan mengedepankan asas kesetaraan dan pengembangan potensi individu. Sistem pembelajaran akan bersifat multi-entry, multi-exit, yang disesuaikan dengan karakter dan kemampuan unik masing-masing anak. Gus Ipul menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan program ini akan berupaya memaksimalkan potensi tersebut.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini menyasar siswa dari keluarga miskin dan sangat miskin yang berada di desil 1 dan 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKSEN). Sebanyak 65 sekolah berkonsep asrama dan bebas biaya akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2025.