Danantara Mantapkan Langkah Investasi di Proyek Baterai Kendaraan Listrik Bersama CATL
Pemerintah Indonesia terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV) di tanah air. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam proyek baterai kendaraan listrik yang digagas oleh perusahaan asal China, CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited).
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pihaknya akan berperan aktif dalam memfasilitasi pendanaan proyek tersebut. Hal ini disampaikan Rosan usai pertemuan di Kantor Presiden, Jakarta. Menurutnya, keterlibatan Danantara akan memperkuat konsorsium Indonesia dan berpotensi meningkatkan kepemilikan saham Indonesia dalam proyek strategis ini. Rosan meyakini bahwa investasi pada proyek ini tidak hanya menjanjikan dari sisi pengembalian modal, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja baru.
Proyek yang digarap oleh CATL ini diperkirakan menelan investasi sebesar US$ 6 miliar atau setara dengan Rp 97,8 triliun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, menjelaskan bahwa proyek ini akan mencakup seluruh rantai nilai produksi baterai, mulai dari pertambangan (mining), High Pressure Acid Leaching (HPAL), smelter, prekursor, sel baterai, hingga daur ulang (recycle). Bahlil menyebutnya sebagai ekosistem baterai terlengkap pertama di dunia yang dirintis sejak tahun 2022.
Keterlibatan Danantara dalam proyek ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan pendanaan dan peningkatan kepemilikan saham oleh konsorsium Indonesia, diharapkan Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.