Freeport McMoRan Pastikan Operasional Smelter Gresik Pasca Insiden
Pasca insiden kebakaran yang terjadi pada Oktober 2024, PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur, akan segera beroperasi penuh pada akhir Juni 2025. Kepastian ini diperkuat dengan kunjungan langsung Chairman of the Board Freeport McMoRan (FCX), Richard C. Adkerson, ke lokasi smelter.
Kunjungan Adkerson didampingi oleh Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, bertujuan untuk meninjau langsung progres perbaikan dan memastikan kelancaran operasional smelter yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Menurut Tony Wenas, kedatangan pimpinan FCX ini merupakan langkah penting untuk memastikan smelter PTFI dapat kembali beroperasi dengan baik setelah mengalami kejadian kebakaran pada 14 Oktober 2024.
Proses pengolahan di smelter melibatkan beberapa tahapan krusial. Konsentrat yang masuk akan diolah di furnace menjadi anoda tembaga, kemudian diproses lebih lanjut di electrorefinery untuk menghasilkan katoda tembaga. Tony Wenas menjelaskan bahwa beroperasinya kembali smelter ini merupakan capaian yang signifikan dan membuktikan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi tantangan, serta menegaskan komitmen PTFI terhadap program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.
PTFI mempercepat proses perbaikan smelter, yang semula dijadwalkan beroperasi pada pekan ketiga Juni 2025. Percepatan ini dilakukan dengan mendatangkan material dari luar negeri menggunakan pesawat kargo berbadan lebar, termasuk Boeing 747 dan tiga kali penerbangan Antonov-AN124, dengan total muatan lebih dari 300 ton. Tony Wenas menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan perbaikan dan commissioning smelter. Upaya maksimal dilakukan agar smelter dapat segera berproduksi kembali secara efisien.
Tony Wenas menambahkan bahwa perbaikan dan pengoperasian smelter ini merupakan bukti nyata PTFI sebagai perusahaan tambang terintegrasi yang mendukung penuh program hilirisasi sumber daya mineral dan komitmen terhadap Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Beroperasinya smelter ini tidak hanya mendukung kemandirian industri dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Dengan kembali beroperasinya smelter tembaga di Gresik, PTFI menunjukkan komitmennya dalam mendukung program hilirisasi pemerintah dan memperkuat industri dalam negeri. Upaya percepatan perbaikan dan commissioning smelter menjadi bukti nyata resiliensi perusahaan dalam menghadapi tantangan dan memastikan keberlanjutan operasional.