BPOM Gandeng Barantin Perketat Pengawasan Produk Ilegal yang Beredar Online
BPOM dan Barantin Bersinergi Berantas Produk Ilegal
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia meningkatkan upaya pemberantasan peredaran produk ilegal, khususnya yang dijual secara daring. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin). Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap produk pangan, kosmetik, dan obat-obatan impor ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya penjualan produk ilegal secara online. Menurut data BPOM, sekitar 80% produk ilegal diperjualbelikan melalui platform daring. Sisanya, 20%, ditemukan melalui penindakan langsung di lapangan. Fenomena ini mengindikasikan adanya celah dalam sistem pengawasan perbatasan yang memungkinkan produk ilegal masuk ke Indonesia.
"Faktanya, ada pembelian produk ilegal, yang berarti ada masalah di perbatasan. Bagaimana produk-produk ini bisa sampai ke konsumen? Seharusnya, produk ilegal tertahan di perbatasan, baik oleh bea cukai maupun balai karantina. Namun, kenyataannya, produk-produk ini tetap masuk," ujar Taruna.
Kerjasama antara BPOM dan Barantin diharapkan dapat menutup celah tersebut. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan produk impor yang masuk ke Indonesia memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ditetapkan. Beberapa poin penting dalam kerjasama ini meliputi penguatan laboratorium, pertukaran data, dan penyepakatan metodologi penerapan di lapangan.
Taruna menambahkan bahwa kerjasama ini akan mencakup berbagai aspek, termasuk produk hewani, rekayasa pangan, dan rekayasa genetik. Pertukaran data dan informasi juga menjadi fokus utama untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.
Kepala Barantin, Sahat M Panggabean, menyambut baik inisiatif kerjasama ini. Ia menekankan pentingnya memastikan semua produk impor memenuhi persyaratan yang berlaku. Penguatan laboratorium menjadi salah satu prioritas dalam kerjasama ini.
"Keamanan pangan adalah isu utama yang kami bahas. Salah satu aspek pentingnya adalah penguatan dan kerjasama laboratorium. Laboratorium adalah senjata utama dalam memastikan keamanan pangan," kata Sahat.
Selain penguatan laboratorium, kerjasama ini juga akan mencakup penyepakatan metodologi, standar keamanan, dan ambang batas yang jelas. Hal ini bertujuan untuk memastikan Barantin mendapatkan informasi yang akurat dan terkini untuk menjalankan tugas pengawasan.
Dengan kerjasama ini, BPOM dan Barantin berharap dapat meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat Indonesia dari bahaya produk ilegal dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.