Dedi Mulyadi Tanggapi Julukan 'Gubernur Konten' dengan Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi santai julukan "Gubernur Konten" yang disematkan kepadanya. Alih-alih terpancing, ia justru menyoroti alokasi anggaran yang lebih bijak untuk kepentingan rakyat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.

Dalam sebuah acara di Majalengka, Dedi menegaskan dirinya tidak pernah menggunakan dana pemerintah untuk membayar buzzer, influencer, atau konsultan konten. Menurutnya, anggaran yang seringkali dialokasikan untuk pencitraan digital lebih bermanfaat jika digunakan untuk membangun jalan dan fasilitas publik lainnya. Ia menyatakan bahwa dirinya mengelola sendiri akun media sosialnya tanpa bantuan tim khusus atau konsultan, sehingga menghemat anggaran yang besar.

"Tidak masalah disebut Gubernur Konten. Saya punya YouTube dan TikTok sendiri, jadi tidak perlu menyewa orang lain," ujarnya.

Dedi menjelaskan, dana yang biasanya digunakan untuk membayar jasa konten dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, seperti perbaikan perumahan dan pembangunan infrastruktur yang memadai. Ia juga berkomitmen untuk terus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan, mulai dari tingkat provinsi hingga desa.

"Anggaran lebih baik digunakan untuk membangun jalan. Lihat saja nanti, jalan-jalan di Jawa Barat akan semakin baik. Tentu dilakukan secara bertahap, dimulai dari jalan provinsi, kemudian jalan kabupaten, dan terakhir jalan desa," tegasnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini menambahkan, gelar atau julukan apapun yang disematkan kepadanya tidak menjadi masalah, selama ia dapat memenuhi janji-janjinya kepada masyarakat. Prioritasnya adalah mewujudkan pembangunan yang merata dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pemerintah. Ia berharap, alokasi dana yang tepat sasaran dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dengan fokus pada infrastruktur dan kebutuhan dasar lainnya, Dedi ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah memberikan dampak positif bagi kehidupan warga Jawa Barat.