Satwa Ikonik di Tanah Suci: Merpati, Kucing, dan Elang Gurun di Masjidil Haram dan Nabawi
markdown
Satwa Ikonik di Tanah Suci: Merpati, Kucing, dan Elang Gurun di Masjidil Haram dan Nabawi
Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, dua tempat suci bagi umat Islam, bukan hanya menjadi pusat ibadah haji dan umrah, tetapi juga rumah bagi beberapa jenis hewan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap spiritual ini. Kehadiran mereka menambah keunikan dan daya tarik tersendiri bagi para jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Merpati: Simbol Kedamaian di Masjidil Haram
Burung merpati, dengan jumlahnya yang mencapai ribuan, adalah pemandangan yang lazim di sekitar Masjidil Haram. Jamaah sering menyebut mereka sebagai "merpati perlindungan" atau "merpati kedamaian," mencerminkan rasa aman dan tenteram yang mereka rasakan di tanah suci ini. Menurut Samir Ahmed Barqah, seorang peneliti sejarah Mekkah, merpati-merpati ini juga dikenal sebagai "merpati tempat suci" karena keyakinan mereka akan keselamatan di Mekkah. Merpati Masjidil Haram memiliki ciri fisik yang berbeda dari merpati pada umumnya, dengan bentuk tubuh yang lebih indah, warna bulu yang unik, leher yang jenjang, dan mata yang tajam. Mereka berbaur dengan mudah dengan manusia, seringkali menjadi objek foto yang digemari oleh para jamaah.
Kucing: Penghuni Setia Masjid Nabawi
Di Masjid Nabawi, selain merpati, jamaah juga dapat menjumpai kucing-kucing yang berkeliaran di sekitar area masjid. Bahkan, ada sepasang kucing ikonik, seekor betina berwarna kecoklatan dan seekor jantan berwarna hitam, yang sering menjadi pusat perhatian para jamaah. Kucing-kucing ini tak hanya ditemukan di sekitar masjid, tetapi juga di berbagai sudut kota Madinah. Saking banyaknya, terdapat sebuah yayasan bernama Madinah Cats yang berdedikasi untuk menolong kucing-kucing yang sakit atau terlantar di sekitar Mekkah dan Madinah.
Elang Gurun: Penguasa Langit Masjidil Haram
Selain merpati dan kucing, langit di atas Masjidil Haram juga sering dihiasi oleh elang-elang gurun yang terbang berkelompok. Elang-elang ini juga dapat ditemui di sekitar Jeddah dan Hudaibiyah, sebuah tempat bersejarah di mana Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian dengan kaum kafir. Secara karakteristik, elang gurun memiliki ciri-ciri yang mirip dengan jenis elang lainnya, seperti penglihatan yang tajam, sayap yang kuat dan lebar, paruh yang kokoh, kaki yang kuat, dan kebiasaan berburu. Perbedaan utama terletak pada warna bulu mereka yang lebih cerah atau berpasir, membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan gurun.