Lemhannas Diminta Tingkatkan Transformasi untuk Hadapi Tantangan Global

Lemhannas Diminta Tingkatkan Transformasi untuk Hadapi Tantangan Global

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan-RB) Purwadi Arianto menekankan pentingnya transformasi berkelanjutan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Hal ini disampaikannya dalam rangka memperingati HUT ke-60 Lemhannas, sebuah tonggak sejarah yang menandai dedikasi lembaga tersebut dalam menjaga ketahanan nasional dan menghasilkan pemimpin strategis.

Purwadi Arianto menyoroti bahwa di era globalisasi yang dinamis, Lemhannas harus terus berbenah diri di berbagai lini. Transformasi ini krusial agar lembaga tersebut tetap relevan dengan perkembangan zaman, mampu beradaptasi dengan cepat, dan memberikan solusi efektif terhadap tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, kemampuan Lemhannas dalam bertransformasi akan menentukan kemampuannya dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

"Di usia yang ke-60 ini, Lemhannas harus terus berinovasi dan bertransformasi agar perannya tetap vital dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa," tegas Purwadi dalam keterangan persnya usai menghadiri acara syukuran dan orasi ilmiah HUT ke-60 Lemhannas di Jakarta.

Sebagai mantan Sestama Lemhannas, Purwadi memahami betul peran strategis lembaga tersebut sebagai pusat pendidikan dan kajian yang menghasilkan pemimpin dengan wawasan geopolitik yang mendalam, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap Lemhannas terus meningkatkan kualitasnya dalam mencetak pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat tentang geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi, yang semuanya diarahkan untuk kepentingan nasional.

"Lemhannas dirancang sebagai pusat pendidikan dan pengkajian masalah-masalah strategis yang berkaitan dengan pertahanan negara secara luas, termasuk dalam menjaga keutuhan bangsa. Di usia yang semakin matang ini, saya berharap peran strategis ini dapat terus dioptimalkan oleh Lemhannas," imbuhnya.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, dalam kesempatan yang sama, menekankan bahwa ketangguhan sebuah bangsa tidak diukur dari kemampuannya untuk menghindari guncangan, tetapi dari kemampuannya untuk beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi setiap tantangan. Indonesia, menurutnya, membutuhkan daya tahan sistemik yang kuat untuk menghadapi berbagai disrupsi global, polarisasi sosial, infiltrasi ideologi, pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta krisis ekonomi.

"Daya tahan sistemik ini dapat dicapai dengan menanamkan integritas dan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh elemen bangsa secara berkelanjutan, sehingga lahir generasi yang memiliki jiwa ke-Indonesiaan yang utuh dan mumpuni," jelas Ace.

Ace juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkolaborasi dalam menyukseskan program kerja Lemhannas selama ini. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat ketahanan nasional Republik Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.