Mahfud MD Dorong Kejagung Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Budi Arie dalam Kasus Judi Online
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk secara serius menangani kasus-kasus besar yang melibatkan tokoh-tokoh penting. Salah satu kasus yang menjadi perhatian Mahfud adalah dugaan keterlibatan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam jaringan judi online.
Mahfud MD menyampaikan harapannya agar Kejagung, dengan dukungan dari personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), dapat menuntaskan kasus ini. Dukungan TNI dinilai penting mengingat kasus ini melibatkan figur yang diduga memiliki pengaruh kuat. Pernyataan ini disampaikan Mahfud sebagai tanggapan atas beredarnya informasi mengenai nama Budi Arie yang disebut dalam dakwaan kasus judi online, di mana yang bersangkutan diduga menerima 50 persen dari hasil suap.
Meski Budi Arie telah membantah tuduhan tersebut, Mahfud menyatakan bahwa informasi mengenai keterlibatannya telah lama beredar di kalangan penegak hukum. Bahkan, menurut Mahfud, terdapat bocoran informasi dari pihak kepolisian mengenai detail pertemuan, jumlah uang yang diterima, dan bukti video terkait.
Mahfud MD menekankan pentingnya asas oportunitas dalam penanganan kasus ini. Asas oportunitas memungkinkan aparat penegak hukum untuk memprioritaskan penanganan kasus tertentu demi kepentingan umum. Menurut Mahfud, kasus yang melibatkan orang besar dengan bekingan kuat seperti ini harus menjadi prioritas.
Mahfud juga berpendapat bahwa penyidik seharusnya memanggil kembali semua pihak yang terkait dalam kasus ini, termasuk Budi Arie, mengingat namanya telah tercantum dalam dakwaan jaksa. Ia menekankan bahwa dugaan keterlibatan Budi Arie bukan sekadar opini publik, melainkan telah menjadi bagian dari dakwaan resmi.
Mahfud berharap agar kasus ini ditindaklanjuti secara serius sebagai peringatan bagi para pejabat agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Nama Budi Arie Setiadi muncul dalam surat dakwaan kasus suap terkait perlindungan terhadap situs judi online yang seharusnya diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam surat dakwaan tersebut, Budi Arie disebut menerima jatah 50 persen dari uang suap yang disetorkan agar situs judi online tidak diblokir oleh Kemenkominfo. Selain itu, Budi Arie juga disebut mempekerjakan seseorang yang tidak memenuhi syarat untuk mengumpulkan data situs judi online.
Budi Arie sendiri telah membantah isi dakwaan tersebut dan menyebutnya sebagai narasi jahat yang menyerang harkat dan martabatnya. Ia mengklaim bahwa alokasi 50 persen uang dari hasil perlindungan situs judi online itu merupakan kesepakatan antara para tersangka, bukan atas inisiatif atau permintaannya. Budi Arie juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya kesepakatan tersebut dan tidak pernah menerima aliran dana apa pun.
Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan Mahfud MD:
- Kejaksaan Agung harus berani membongkar kasus-kasus besar, termasuk dugaan keterlibatan Budi Arie Setiadi dalam judi online.
- Kejagung harus dikawal oleh TNI dalam mengusut kasus ini karena menyangkut figur besar yang diduga punya bekingan kuat.
- Penyidik harus memanggil kembali semua pihak terkait, termasuk Budi Arie, karena dakwaan jaksa sudah memuat dugaan Budi Arie mendapatkan jatah dari kasus tersebut.
- Kasus ini harus ditindaklanjuti secara serius agar menjadi peringatan bagi para pejabat.