Penggunaan Ponsel di Toilet: Studi Ungkap Potensi Risiko Wasir
Studi Ungkap Hubungan Antara Penggunaan Ponsel di Toilet dan Risiko Wasir
Sebuah studi terbaru yang dipresentasikan dalam konferensi Digestive Diseases Week (DDW) di San Diego, California, menyoroti potensi hubungan antara kebiasaan menggunakan ponsel saat buang air besar di toilet dan peningkatan risiko terkena wasir atau ambeien. Hasil survei menunjukkan bahwa individu yang terbiasa menggunakan ponsel saat berada di toilet memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami pembengkakan pembuluh darah di rektum bawah.
Survei yang melibatkan 125 peserta yang menjalani kolonoskopi ini menemukan bahwa lebih dari 40 persen di antaranya menderita ambeien. Menariknya, 93 persen dari kelompok penderita ambeien tersebut mengakui bahwa mereka menggunakan ponsel di toilet setidaknya sekali dalam seminggu. Aktivitas yang paling umum dilakukan adalah membaca berita (sekitar setengah dari peserta), diikuti dengan penggunaan media sosial (44 persen) dan pengiriman email atau SMS (30 persen). Beberapa responden bahkan mengaku menghabiskan waktu lebih dari enam menit di toilet setiap kali kunjungan, dan merasa bahwa durasi tersebut bertambah karena keasyikan bermain ponsel.
Faktor Risiko dan Rekomendasi
Wasir atau ambeien sendiri umumnya disebabkan oleh tekanan berlebihan pada rektum bawah. Meskipun usia, jenis kelamin, massa tubuh, olahraga, atau asupan serat peserta tidak mempengaruhi hasil survei ini, para ilmuwan umumnya sepakat bahwa mengejan berlebihan, durasi buang air besar yang terlalu lama, atau frekuensi buang air besar yang terlalu sering merupakan penyebab utama wasir. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa duduk terlalu lama, terutama di toilet, dapat melemahkan dan melebarkan pembuluh darah di sekitar anus dan rektum, sehingga meningkatkan risiko wasir.
Para dokter merekomendasikan agar individu membatasi waktu yang dihabiskan di toilet, dengan beberapa ahli menyarankan tidak lebih dari 10 menit, sementara yang lain merekomendasikan tidak lebih dari 3 menit. Rekomendasi yang lebih ketat ini didasarkan pada penelitian terhadap pasien ambeien yang menghabiskan lebih banyak waktu membaca di toilet dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menderita ambeien.
Tim peneliti menyarankan agar kamar mandi dijadikan zona bebas ponsel pintar untuk mengurangi risiko wasir. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan sebab akibat antara penggunaan ponsel di toilet dan risiko ambeien, serta untuk memahami sepenuhnya mekanisme yang mendasarinya.
Catatan: Studi ini bersifat observasional dan hanya menunjukkan korelasi antara penggunaan ponsel di toilet dan risiko wasir. Faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam studi ini mungkin juga berperan dalam perkembangan wasir.
Berikut adalah poin-poin penting dari studi tersebut:
- Penggunaan ponsel di toilet dikaitkan dengan peningkatan risiko wasir.
- Durasi yang dihabiskan di toilet dapat bertambah karena keasyikan bermain ponsel.
- Para dokter merekomendasikan untuk membatasi waktu yang dihabiskan di toilet.
- Kamar mandi sebaiknya dijadikan zona bebas ponsel pintar.