Remaja Interseks di Karawang Akan Mendapatkan Penanganan Medis Lanjutan di RSHS Bandung
Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang memberikan respons cepat terkait laporan seorang remaja berusia 16 tahun yang mengalami kondisi medis kompleks terkait perkembangan alat kelaminnya. Remaja berinisial AP ini didiagnosis dengan kondisi interseks, dan pihak berwenang berencana untuk merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.
Kepala Dinkes Karawang, Endang Suryadi, mengungkapkan bahwa tim medis telah diturunkan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi AP. Ia menjelaskan bahwa kondisi interseks yang dialami AP merupakan fenomena yang relatif jarang terjadi, di mana karakteristik seksual seseorang tidak sesuai dengan definisi biner laki-laki atau perempuan yang tipikal. Dinkes Karawang saat ini tengah menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang paling tepat, termasuk kemungkinan intervensi bedah.
Sementara itu, Humas RSUD Karawang, Abdullah Luthfi, menjelaskan bahwa AP telah menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan. Hasil observasi oleh dokter urologi menemukan adanya testis pada pasien. Luthfi menambahkan bahwa AP didiagnosis dengan hipospadia penoskrotal, bifid skrotum, disorder of sex development (DSD), serta genitalia ambigua. Secara medis, dengan ditemukannya testis, jakun, dan tidak adanya rahim, AP secara genetik lebih mengarah pada laki-laki. Tindakan operasi korektif akan dilakukan di RSHS Bandung, menunggu kesiapan pihak keluarga.
RSUD Karawang menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses rujukan dan memberikan dukungan kepada AP serta keluarganya hingga penanganan medis selesai. Pihak rumah sakit menekankan bahwa keputusan terkait tindakan medis selanjutnya sepenuhnya berada di bawah wewenang tim medis RSHS Bandung.
Kasus ini bermula dari laporan mengenai perubahan alat kelamin yang dialami AP. Kakek AP, Sarta, mengungkapkan bahwa kondisi alat kelamin cucunya memang sudah tidak jelas sejak kecil.
Kondisi interseks sendiri merupakan variasi alami dalam perkembangan seksual manusia. Individu dengan interseks dapat memiliki kombinasi kromosom, gonad, hormon, atau alat kelamin yang berbeda dengan apa yang dianggap tipikal untuk laki-laki atau perempuan. Kondisi ini tidak selalu terdeteksi saat lahir dan bisa baru diketahui pada masa pubertas atau bahkan dewasa.
Berikut adalah daftar kondisi yang dialami oleh AP:
- Hipospadia penoskrotal
- Bifid skrotum
- Disorder of sex development (DSD)
- Genitalia ambigua