40 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Program Presiden Prabowo Menuju 100 Sekolah pada 2025
40 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Program Presiden Prabowo Menuju 100 Sekolah pada 2025
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) melaporkan telah menyiapkan 40 Sekolah Rakyat (SR) yang siap beroperasi pada tahun 2025. Angka ini merupakan pencapaian signifikan menuju target 100 SR yang dicanangkan Presiden Prabowo. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kabar tersebut dalam keterangan resmi seusai Rapat Koordinasi Penguatan Ekonomi Desa Jawa Timur 2025 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (10/3/2025). Gus Ipul menjelaskan, dari 31 sentra dan 6 balai milik Kemensos, sebanyak 40 lokasi telah disiapkan untuk menunjang operasional SR.
"Minimal satu sekolah di setiap kabupaten/kota dan dua di tingkat provinsi," ungkap Gus Ipul, merinci target nasional pendirian 100 SR yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Ia menekankan peran Kemensos dalam menyediakan fasilitas fisik, sementara tenaga pengajar akan disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan kurikulum sedang dimatangkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Gus Ipul juga mengajak kepala daerah di Jawa Timur untuk berkolaborasi dalam mensukseskan program SR ini, meminta dukungan penuh dalam menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Dukungan penuh terhadap program SR juga disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia menegaskan pentingnya dukungan sumber daya manusia yang kompeten untuk menjamin kualitas pendidikan di SR. Khofifah mengindikasikan akan dilakukan pertemuan dengan dinas sosial dan dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota dan provinsi untuk memastikan terukur dan terintegrasinya program ini. "Kita menyiapkan pendidikan generasi emas 2045, pendidikan yang berkualitas," tegas Khofifah.
Sementara itu, M. Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014 sekaligus Tim Formatur Sekolah Rakyat, menjelaskan filosofi di balik nama "Sekolah Rakyat." Ia menekankan bahwa nama tersebut bukan untuk merendahkan, melainkan untuk membangun keberanian dan tekad maju bagi anak-anak kurang mampu. "Sekolah Rakyat bertujuan agar anak-anak miskin berani menyatakan dirinya miskin, namun tetap bertekad untuk maju," kata M. Nuh.
SR akan menerapkan sistem boarding school atau asrama, diyakini lebih efektif dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri anak, khususnya bagi mereka yang kerap mengalami inferiority complex. M. Nuh menjelaskan bahwa pendekatan khusus diperlukan untuk mengatasi rasa rendah diri yang sering dialami anak-anak kurang mampu. Program SR ini juga memiliki target jangka panjang, dengan proyeksi para lulusan SR siap bersaing dan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia 2045 setelah menempuh pendidikan selama 16 tahun.
Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi antar kementerian dan pemerintah daerah, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan masa depan anak-anak kurang mampu di Indonesia. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045.