Upaya Peningkatan Lifting Minyak Nasional: Bahlil Lahadalia Ajukan Pengambilalihan Blok Migas Mangkrak ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tengah berupaya keras untuk meningkatkan produksi minyak nasional. Salah satu langkah strategis yang diajukannya adalah pengambilalihan wilayah kerja (WK) atau blok minyak dan gas (migas) yang saat ini belum optimal pengembangannya. Dalam sebuah forum industri migas, Bahlil secara terbuka meminta izin kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk menerapkan kebijakan ini secara tegas, bahkan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bahlil menekankan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menggenjot lifting minyak, yang dinilai stagnan jika hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Menurutnya, terdapat sejumlah wilayah kerja yang sudah memiliki rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) yang disetujui, namun implementasinya berjalan lambat atau bahkan terhenti. Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat potensi produksi dari blok-blok tersebut dapat mencapai 31.300 barel per hari, sebuah angka yang signifikan dalam upaya meningkatkan produksi minyak nasional.

Dalam pernyataannya, Bahlil menegaskan komitmennya untuk tidak pandang bulu dalam menerapkan kebijakan ini. Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan, wilayah kerja yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan dalam jangka waktu lima tahun dapat ditarik kembali oleh negara. Selanjutnya, wilayah kerja tersebut akan ditawarkan kepada kontraktor lain yang dinilai lebih mampu dan berkomitmen untuk mengembangkannya. Kebijakan ini, menurut Bahlil, akan berlaku untuk semua kontraktor, termasuk BUMN, jika memang terbukti tidak mampu mengoptimalkan potensi wilayah kerja yang diberikan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan investasi dan efisiensi dalam sektor migas Indonesia. Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai target produksi minyak nasional, diperlukan terobosan dan keberanian untuk mengambil langkah-langkah yang mungkin dianggap tidak lazim. Pengambilalihan wilayah kerja yang mangkrak diharapkan dapat membuka peluang bagi kontraktor yang lebih kompeten untuk berinvestasi dan mengembangkan potensi migas yang ada, sehingga pada akhirnya dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan lifting minyak nasional.

Berikut daftar 10 wilayah kerja yang sudah PoD tetapi mangkrak, nggak menjalankan, dengan kapasitas bisa kita tingkatkan produksi 31.300 barel:

  • Wilayah Kerja A
  • Wilayah Kerja B
  • Wilayah Kerja C
  • Wilayah Kerja D
  • Wilayah Kerja E
  • Wilayah Kerja F
  • Wilayah Kerja G
  • Wilayah Kerja H
  • Wilayah Kerja I
  • Wilayah Kerja J