Katup Penghenti Aliran Migas, Solusi Efektif Cegah Kebocoran dan Fatalitas di Industri
PT Katup Industri Indonesia memperkenalkan solusi inovatif untuk meminimalisir risiko kebocoran dan insiden fatal di sektor minyak dan gas (migas) melalui produk unggulannya, yaitu katup penghenti aliran (shutdown valve). Perangkat vital ini dipamerkan dalam ajang IPA Convex 2025, sebuah forum penting bagi para pelaku industri migas.
Chairman Katup Industri Indonesia, Jacob Mailoa, menekankan bahwa meskipun tampak sederhana, shutdown valve memiliki peran krusial dalam menjaga kelancaran dan keamanan operasional produksi migas. Fungsi utamanya adalah untuk mengendalikan aliran fluida sesuai dengan kebutuhan spesifik, baik untuk mempertahankan aliran atau menghentikannya secara total. Mengingat fungsinya yang berhubungan langsung dengan tekanan tinggi, desain dan manufaktur katup ini harus dilakukan dengan standar engineering yang ketat untuk menghindari potensi kebocoran yang dapat berakibat fatal.
"Semua terkait dengan tekanan, dari ANSI (American National Standards Institute) ratingnya 150 sampai 2.500. Jadi tekanannya itu sangat-sangat berisiko, kalau valve ini tidak didesain dan diproduksi dengan semestinya, dengan engineering yang kuat. Karena banyak kejadian di lapangan, karena valve ini bocor bisa menyebabkan fatality di lapangan," jelas Jacob Mailoa.
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kapabilitas produksi, PT Katup Industri Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan tiga merek global terkemuka di bidang valve, yaitu JC Valves (Spanyol), Carraro (Italia), dan Valland (Italia). Kolaborasi ini tidak hanya sebatas kerjasama bisnis, tetapi juga mencakup transfer teknologi yang memungkinkan perusahaan untuk memproduksi katup berkualitas internasional di dalam negeri.
"Jadi konsep kami adalah, kita TKDN, tapi kita juga mengharapkan ada transfer technology dari luar, dari established brand. Makanya kita punya cooperation dengan license partner dengan brand internasional, seperti JC Spain, kemudian dari Valland Itali, dan juga dari Carraro Itali," ungkap Jacob Mailoa.
Head of Marketing Katup Industri Indonesia, Catherine Mailoa, menambahkan bahwa meskipun bermitra dengan perusahaan asing, produk katup yang dihasilkan tetap memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 30%. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan industri dalam negeri.
PT Katup Industri Indonesia optimis bahwa dengan teknologi dan kerjasama yang dimilikinya, shutdown valve produksinya dapat menjadi solusi efektif dalam mencegah kebocoran dan meningkatkan keselamatan kerja di jaringan pipa migas. Kehadiran mereka di IPA Convex 2025 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan inovasi ini kepada para pemangku kepentingan di industri migas.