Penumpang Wanita Ditahan karena Menghalangi Keberangkatan Kereta Cepat di Shenzhen
Seorang wanita bernama Wu harus berurusan dengan pihak berwajib di Shenzhen, Tiongkok, setelah melakukan tindakan yang menghambat operasional kereta cepat. Insiden ini terjadi pada hari Jumat, 18 April 2025, di Stasiun Kereta Api Shenzhen Utara, ketika Wu secara paksa menahan pintu kereta yang hendak berangkat.
Menurut laporan dari CCTV News, motivasi Wu melakukan tindakan tersebut adalah untuk menunda keberangkatan kereta cepat demi menunggu tiga orang rekannya yang belum sempat naik. Meskipun telah berulang kali diperingatkan oleh petugas kereta api, Wu bersikeras menghalangi pintu kereta, mengabaikan instruksi dan peringatan yang diberikan.
Seorang petugas kepolisian kereta api menjelaskan bahwa Wu dan putrinya sebenarnya telah berada di dalam kereta yang sesuai dengan tiket mereka. Namun, ketiga rekannya justru salah naik kereta lain di peron yang berlawanan. Situasi ini memicu kepanikan Wu, terutama ketika waktu keberangkatan semakin dekat sementara ketiga rekannya belum juga berhasil pindah ke kereta yang benar.
Dalam upayanya untuk memastikan ketiga rekannya tidak tertinggal, Wu nekat menghalangi pintu kereta secara fisik. Ia baru bersedia menghentikan aksinya dan membiarkan kereta berangkat setelah ketiga rekannya tiba dan berhasil naik ke kereta yang benar.
Akibat tindakannya tersebut, Wu kemudian ditemukan oleh polisi kereta api Shenzhen di Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok Timur, dan dipanggil kembali ke Shenzhen untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Otoritas keamanan publik kereta api Shenzhen dalam pernyataan resminya pada tanggal 20 April menyatakan bahwa tindakan Wu dianggap sebagai pelanggaran hukum karena mengganggu kelancaran operasional transportasi kereta api.
Atas perbuatannya tersebut, Wu dikenai penahanan administratif oleh pihak berwenang kereta api. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu mematuhi aturan dan instruksi yang berlaku di stasiun dan selama perjalanan kereta api, demi menjaga keamanan dan kelancaran bersama.