Perubahan Wajah Drastis Saat Hamil: Kisah Wanita Malaysia dan Penjelasan Dermatolog
Kisah seorang wanita asal Malaysia menjadi viral di media sosial setelah membagikan pengalamannya mengalami perubahan wajah yang signifikan selama kehamilan. Wanita yang tengah mengandung delapan bulan ini mengaku wajahnya dipenuhi jerawat meradang dan mengalami pembengkakan, membuatnya tampak berbeda dari sebelumnya.
Melalui akun media sosialnya, ia mengungkapkan rasa syukur karena tidak mengalami morning sickness selama kehamilan. Namun, ia juga memperlihatkan transformasi wajahnya yang drastis akibat masalah kulit yang muncul. Jerawat merah tampak memenuhi area dahi, pipi, dagu, hingga hidungnya. Ia juga menyebutkan bahwa wajahnya mengalami pembengkakan yang tidak dapat diatasi hanya dengan perawatan kulit biasa.
Menanggapi fenomena ini, seorang spesialis kulit, dr. I Nyoman Darma, SpKK (K), menjelaskan bahwa perubahan wajah yang dialami wanita hamil tersebut kemungkinan disebabkan oleh perubahan hormonal yang ekstrem. Lonjakan hormon kehamilan seperti progesteron, estrogen, dan human chorionic gonadotropin (hCG) dapat memicu berbagai masalah kulit.
Menurut dr. Darma, hormon-hormon tersebut dapat menyebabkan kelenjar minyak menjadi lebih aktif, yang kemudian menyumbat pori-pori dan menyebabkan peradangan. Selain itu, peningkatan produksi melanin dapat menyebabkan hiperpigmentasi atau melasma, sementara penumpukan cairan tubuh dapat menyebabkan pembengkakan wajah atau edema.
Kombinasi dari faktor-faktor ini dapat menyebabkan perubahan wajah yang drastis, seperti munculnya jerawat besar-besar, kulit yang tampak gelap atau kusam, dan pembengkakan pada bagian wajah seperti hidung.
Perawatan kulit biasa atau skincare mungkin tidak efektif untuk mengatasi kondisi ini karena masalahnya bersifat internal dan hormonal. Dr. Darma menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan penanganan yang tepat serta aman bagi ibu hamil dan janinnya.
Penanganan profesional akan mempertimbangkan kondisi kulit, usia kehamilan, dan faktor keamanan untuk janin, yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh perawatan mandiri di rumah.
- Perubahan Hormonal
- Jerawat Hormonal
- Hiperpigmentasi (Melasma)
- Pembengkakan Wajah (Edema)
- Peran Dokter Spesialis Kulit
- Keamanan Janin