Penumpukan Sampah di Pasar Cantik Tangerang Selatan: Masalah Pemilahan dan Dampak Pengangkutan Terbatas
Tumpukan sampah kembali menjadi pemandangan umum di TPS3R Pasar Cantik, Ciputat, Tangerang Selatan. Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas jual beli dan kenyamanan warga, tetapi juga memicu kekhawatiran akan masalah kesehatan dan lingkungan yang lebih serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa akar permasalahan ini terletak pada tidak berfungsinya sistem pemilahan sampah di TPS3R tersebut.
Menurut Plt Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah, idealnya TPS3R berfungsi sebagai pusat pemilahan sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, dalam praktiknya, TPS3R Pasar Cantik kini hanya menjadi lokasi pembuangan sementara, di mana sampah bercampur aduk tanpa proses pemilahan yang efektif. Hal ini menyebabkan volume sampah yang harus diangkut ke TPA Cipeucang menjadi sangat besar, membebani kapasitas TPA yang memang sudah terbatas.
Masalah ini diperparah dengan terganggunya jadwal pengangkutan sampah pasca libur panjang. Keterlambatan pengangkutan menyebabkan penumpukan sampah yang signifikan di TPS3R Pasar Cantik. DLH Tangsel sempat melakukan upaya pengangkutan intensif selama dua hari dengan mengerahkan belasan truk dan alat berat. Namun, upaya ini pun tidak dapat dilakukan secara berkelanjutan karena mempertimbangkan kondisi TPA Cipeucang.
Pengangkutan sampah dalam jumlah besar dari Pasar Cantik juga berdampak pada pengangkutan sampah dari wilayah lain. DLH Tangsel mengakui bahwa fokus pengangkutan di Pasar Cantik menyebabkan pengurangan frekuensi pengangkutan di TPS lain. Situasi ini menciptakan dilema, di mana penanganan masalah sampah di satu lokasi justru menimbulkan masalah di lokasi lain.
Warga dan pedagang di sekitar Pasar Cantik mengeluhkan kondisi ini. Selain pemandangan yang tidak sedap, bau busuk dari tumpukan sampah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Keberadaan belatung yang merayap hingga ke toko-toko dan rumah warga juga menambah keresahan. Kondisi ini memerlukan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan agar tidak terus berulang.
Faktor Penyebab Penumpukan Sampah:
- Tidak Berfungsinya Sistem Pemilahan: TPS3R tidak menjalankan fungsi pemilahan sampah sebagaimana mestinya.
- Keterlambatan Pengangkutan: Gangguan jadwal pengangkutan sampah, terutama pasca libur panjang, memperparah penumpukan.
- Kapasitas TPA Terbatas: Keterbatasan kapasitas TPA Cipeucang membatasi volume sampah yang dapat diangkut.
- Prioritas Pengangkutan: Fokus pengangkutan di satu lokasi berdampak pada pengurangan frekuensi pengangkutan di lokasi lain.
Dampak Penumpukan Sampah:
- Gangguan Aktivitas: Mengganggu aktivitas jual beli dan kenyamanan warga.
- Masalah Kesehatan: Potensi penyebaran penyakit akibat tumpukan sampah dan belatung.
- Pencemaran Lingkungan: Bau tidak sedap dan potensi pencemaran air dan tanah.
Untuk mengatasi masalah ini, DLH Tangsel perlu mengevaluasi dan mengoptimalkan kembali fungsi TPS3R Pasar Cantik. Upaya ini meliputi perbaikan sistem pemilahan sampah, peningkatan frekuensi pengangkutan, serta koordinasi yang lebih baik dengan pihak terkait. Selain itu, perlu juga dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.