Intiland Tekankan Realisme Timeline Proyek IKN, Soroti Pentingnya Kepastian Bisnis
PT Intiland Development Tbk, melalui anak perusahaannya PT Inti Kolaborasi Nusantara, menunjukkan keseriusan dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Perusahaan properti berpengalaman ini terlibat dalam tiga proyek strategis yang telah diresmikan melalui groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo.
Ketiga proyek tersebut adalah Grand Whiz Nusantara, Nusantara Quarter, dan Royale Nusantara Golf Resort & Residence. Proyek-proyek ini dirancang untuk mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan berkelanjutan. Grand Whiz Nusantara adalah kawasan mixed-use yang mengintegrasikan serviced apartment, hotel, perkantoran, area ritel, gym, kolam renang, serta fasilitas food and beverage. Proyek ini mengadopsi desain ramah lingkungan dengan bukaan fasad untuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Nusantara Quarter merupakan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) yang menggabungkan hunian, perkantoran, dan area komersial dengan akses transportasi publik, terintegrasi dengan sistem transportasi untuk kemudahan mobilitas. Sementara itu, Royale Nusantara Golf Resort & Residence adalah kompleks perumahan dengan lapangan golf bertaraf internasional, yang dirancang untuk menarik penggemar golf dan mendukung perekonomian IKN sebagai destinasi wisata.
Namun, realisasi proyek-proyek ini masih menunggu kejelasan dan kepastian bisnis. Presiden Direktur PT Inti Kolaborasi Nusantara, Theresia Rustandi, menjelaskan bahwa saat ini Intiland masih dalam proses perizinan. Dokumen Feasibility Study (FNS) telah diserahkan kepada Otorita IKN untuk evaluasi lebih lanjut, sebagai bentuk komitmen terhadap kepatuhan regulasi. Theresia menekankan pentingnya timeline yang realistis untuk proyek-proyek di IKN. Meskipun groundbreaking telah dilakukan, riset pasar dan kajian mendalam diperlukan untuk memastikan produk sesuai dengan kebutuhan pasar.
Terkait tenggat waktu 18 bulan yang ditetapkan Otorita IKN setelah groundbreaking, Theresia menyatakan optimisme Intiland sebagai investor awal untuk memenuhi target tersebut, sehingga risiko penyitaan lahan dapat diminimalkan. Ia menjelaskan bahwa sebagai investor awal, Intiland telah membangun kepercayaan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan. Kejelasan proses bisnis dan komitmen terhadap pembangunan IKN menjadi modal utama. Selain ketiga proyek tersebut, Intiland juga berpartisipasi dalam pembangunan proyek hunian dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Rusun ASN. Rencana pembangunan mencakup 166 tower rusun dan 159 rumah tapak, dengan Intiland sebagai salah satu kontributor utama bersama pengembang lain.
Proyek Intiland di IKN:
- Grand Whiz Nusantara: Kawasan mixed-use yang mengintegrasikan serviced apartment, hotel, perkantoran, area ritel, gym, kolam renang, serta fasilitas food and beverage.
- Nusantara Quarter: Kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) yang menggabungkan hunian, perkantoran, dan area komersial dengan akses transportasi publik.
- Royale Nusantara Golf Resort & Residence: Kompleks perumahan dengan lapangan golf bertaraf internasional.
- Rusun ASN: Proyek hunian dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
Ketiga proyek ini menekankan prinsip green building, dengan fokus pada efisiensi energi, keberlanjutan, dan kenyamanan penghuni, sejalan dengan visi IKN sebagai kota modern yang ramah lingkungan.