Bus Trans Semarang Mengalami 'Diesel Runaway', Penumpang Panik Dievakuasi

Sebuah insiden menegangkan menimpa Bus Trans Semarang di Tanjakan Gombel, Kecamatan Banyumanik, ketika bus tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap putih tebal yang membuat panik para penumpang. Video kejadian ini dengan cepat menyebar luas di media sosial, menunjukkan kepanikan penumpang yang berusaha keluar dari bus yang berasap.

Menurut Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, insiden ini disebabkan oleh masalah teknis yang dikenal sebagai 'diesel runaway'. Kondisi ini terjadi ketika mesin diesel terus berputar pada kecepatan tinggi tanpa terkendali, bahkan setelah kunci kontak dimatikan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kerusakan pada ECU (Electronic Control Unit), kerusakan pompa bahan bakar, atau kebocoran pada turbocharger.

Diesel runaway merupakan masalah serius yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada mesin, bahkan ledakan dan kebakaran. Sudaryanto, GM Business Communication PT. KTB, menjelaskan bahwa diesel runaway lebih umum terjadi pada kendaraan diesel konvensional yang menggunakan injection pump. Kurangnya perawatan berkala, terutama pada sistem bahan bakar, dapat memicu masalah ini. Kerusakan pada plunger, control sleeve yang macet, kerusakan governor, atau selenoid motor yang rusak dapat menjadi penyebabnya.

Dalam situasi diesel runaway, ada dua tindakan yang dapat dilakukan untuk menghentikan mesin. Pertama, menutup saluran udara ke mesin, karena mesin diesel tidak memiliki throttle valve. Kedua, menarik solenoid valve secara manual untuk menghentikan aliran bahan bakar ke pompa injeksi.

Berikut adalah daftar tindakan yang dapat dilakukan saat terjadi diesel runaway:

  • Menutup saluran udara ke mesin
  • Menarik solenoid valve secara manual