Pepe Reina Gantung Sarung Tangan di Como 1907 Setelah Karier Gemilang

Kiper veteran asal Spanyol, Pepe Reina, mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari sepak bola profesional pada akhir musim ini. Como 1907, klub yang baru saja promosi ke Serie A Italia, akan menjadi pelabuhan terakhir dalam karier gemilangnya.

Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Reina melalui akun media sosial X pribadinya pada hari Selasa (20/5/2025). Dalam pesannya, penjaga gawang berusia 42 tahun tersebut mengungkapkan bahwa pertandingan terakhirnya akan berlangsung pada akhir pekan ini.

Como 1907 dijadwalkan menjamu Inter Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia dalam pertandingan penutup Liga Italia musim 2024/2025 pada hari Sabtu (24/5) dini hari WIB. Laga ini akan menjadi momen perpisahan emosional bagi Reina dengan para penggemar dan rekan-rekan setimnya.

"Perjalanan ini jauh lebih panjang dari yang saya impikan dan terasa begitu singkat untuk bisa menjalaninya lagi," tulis Reina dalam pernyataannya. "Hanya tiga hari menjelang 'the last dance', begitu banyak emosi, orang-orang, dan pengalaman muncul di benak saya yang hanya dapat saya rangkum dengan UCAPAN TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya."

Reina memulai karier profesionalnya di akademi Barcelona, La Masia, dan melakukan debut seniornya pada tahun 2000. Setelah itu, ia berkelana ke berbagai klub top Eropa, termasuk Villarreal, Liverpool, Bayern Munich, Napoli, AC Milan, dan Lazio, sebelum akhirnya bergabung dengan Como 1907.

Masa baktinya yang paling sukses adalah bersama Liverpool antara tahun 2005 dan 2014. Selama sembilan musim di Anfield, Reina tampil dalam 285 pertandingan dan memenangkan Piala FA pada tahun 2006 dan Piala Liga Inggris pada tahun 2012.

Penampilan impresif Reina juga membawanya menjadi bagian penting dari Tim Nasional Spanyol dari tahun 2005 hingga 2017. Ia menjadi bagian dari generasi emas La Furia Roja yang memenangkan dua gelar Piala Eropa (2008 dan 2012) dan satu gelar Piala Dunia (2010).

Pensiunnya Pepe Reina menandai berakhirnya sebuah era bagi sepak bola. Ia akan dikenang sebagai salah satu kiper terbaik di generasinya, dengan refleks yang luar biasa, kemampuan mendistribusikan bola yang baik, dan kepemimpinan yang kuat di lapangan.

Kiprahnya di berbagai klub top Eropa dan Tim Nasional Spanyol telah mengukuhkan namanya dalam sejarah sepak bola. Meskipun gantung sarung tangan, warisannya akan terus menginspirasi generasi pemain muda di masa depan.