Kisah Inspiratif Awan Dahlan: Petani Kopi Satu Abad Asal Aceh Berangkat Haji dengan Prioritas Lansia

Awan Dahlan: Perjalanan Ibadah Haji di Usia Senja

Awan Dahlan, seorang petani kopi berusia 100 tahun asal Aceh Tengah, akan segera mewujudkan impiannya untuk menunaikan ibadah haji. Bersama istrinya, Anan Dahniar, yang berusia 95 tahun, Awan mendapatkan prioritas lansia dalam keberangkatan haji tahun ini, sebuah berkah di usia senja.

Pasangan lansia ini, yang tinggal di Tapak Moge Timur, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah, telah mempersiapkan diri dengan matang untuk perjalanan spiritual mereka. Semangat dan kebahagiaan terpancar dari wajah mereka, menantikan momen bersejarah di Tanah Suci.

Persiapan Fisik dan Mental

Sebelum keberangkatan, Awan dan Anan telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi yang diwajibkan oleh pemerintah. Vaksin polio menjadi salah satu syarat wajib, selain vaksin meningitis, sebagai langkah pencegahan sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan Arab Saudi bagi negara yang pernah mengalami kasus polio.

Keduanya juga telah dinyatakan memenuhi syarat istithaah kesehatan, yang meliputi pemeriksaan kondisi fisik, mental, daya ingat, dan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Meski usianya sudah senja, Awan tetap terlihat bugar dan aktif. Ia masih rutin pergi ke kebun kopi, penglihatannya masih baik, dan bahkan masih mengendarai sepeda motor sendiri.

Berkah dari Kebun Kopi

Perjalanan haji Awan dan Anan merupakan buah dari kerja keras mereka selama bertahun-tahun sebagai petani kopi. Hasil panen kopi mereka menjadi sumber utama biaya untuk mewujudkan impian ini. Meskipun memiliki sawah warisan, mereka menegaskan bahwa dana haji sepenuhnya berasal dari hasil kebun kopi.

Menurut Munawar, anak bungsu mereka, Awan dan Anan memiliki dua kebun kopi. Sekali panen, mereka bisa menghasilkan 30-40 kaleng kopi, dengan setiap kaleng berisi sekitar 1,2 kg gabah kopi. Dalam satu musim panen, yang berlangsung dari Oktober hingga Januari, mereka bisa panen hingga 10 kali. Hasil panen ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk melunasi biaya haji.

Prioritas Lansia dan Harapan di Tanah Suci

Awan dan Anan tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan untuk berangkat haji tahun ini. Mereka baru mendaftar pada November 2019, namun terpilih sebagai jemaah prioritas lansia. Hal ini menjadi jawaban atas doa-doa Anan yang selalu dipanjatkan setelah salat.

Jika tidak mendapatkan prioritas, mereka baru bisa berangkat haji pada tahun 2044. Mengingat antrian haji di Aceh yang bisa mencapai 25 tahun bagi pendaftar tahun 2019, prioritas lansia ini menjadi anugerah yang tak ternilai.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1196 Tahun 2024, Aceh mendapatkan kuota haji sebanyak 4.378 jemaah, dengan 219 di antaranya diprioritaskan untuk lansia. Prioritas ini diberikan berdasarkan usia tertua, yang diproses melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Awan dan Anan akan berangkat haji bersama kelompok terbang (kloter) 3 Embarkasi Aceh, bersama jemaah lain dari Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Banda Aceh. Mereka berharap dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat.

Pelayanan Khusus untuk Jemaah Lansia

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada jemaah haji lansia, mulai dari penempatan di lantai satu asrama haji hingga pembatasan aktivitas umum demi menjaga kesehatan mereka. Pelayanan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah agar jemaah lansia dapat menjalankan ibadah haji dengan nyaman dan aman.

Kisah Awan Dahlan dan Anan Dahniar menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di usia senja, mereka tetap bersemangat untuk mewujudkan impian beribadah haji, berkat kerja keras, doa, dan prioritas yang diberikan kepada lansia. Semoga perjalanan ibadah haji mereka berjalan lancar dan membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat.