Ribuan Pelajar dan Mahasiswa Semarang Sambut Baik Program BRT Gratis, Pendaftaran E-Card Trans Semarang Terus Meningkat
Gelombang antusiasme melanda kalangan pelajar dan mahasiswa Kota Semarang menyusul peluncuran program Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang gratis. Inisiatif yang digagas sebagai bagian dari 100 hari kerja Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin ini, telah menarik perhatian ribuan generasi muda Semarang.
Terhitung sejak diresmikan pada 2 Mei 2024, sebanyak 4.382 pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di Kota Semarang telah mendaftarkan diri untuk memperoleh Kartu Berlangganan Gratis Trans Semarang (E-Card). Data terbaru menunjukkan bahwa 1.675 pendaftar telah berhasil melalui proses verifikasi, sementara 522 permohonan ditolak karena berbagai alasan, dan sisanya, 2.185 pendaftar, masih menunggu giliran untuk diverifikasi.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons positif yang ditunjukkan oleh para pelajar dan mahasiswa terhadap program transportasi publik yang ramah bagi kantong pelajar ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kendala teknis yang sempat menghambat proses pendaftaran di awal peluncuran. "Terima kasih atas partisipasi aktif dari para siswa dan mahasiswa. Kami terus berupaya memperbaiki segala kendala yang ada," ujarnya.
Dengan potensi mencapai 343.000 pelajar dan mahasiswa di seluruh Kota Semarang, program BRT gratis ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meringankan beban biaya transportasi. Sebagai langkah awal, Trans Semarang telah menyiapkan 10.000 kartu E-Card, yang terdiri dari 7.000 kartu untuk pelajar dan 3.000 kartu untuk mahasiswa.
Annisa, seorang mahasiswi dari Universitas Semarang, mengungkapkan kegembiraannya atas kebijakan Pemkot Semarang ini. "Program ini sangat membantu kami, para pelajar dan mahasiswa," katanya dengan antusias.
Zevanya dan Nadia, siswi SMK Texmaco Semarang, mengetahui informasi mengenai program ini melalui media sosial Instagram @transsemarang. Mereka berpendapat bahwa program ini sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga. "Proses pendaftarannya juga mudah, cukup mengisi data di website," ujar Nadia.
Kendala Teknis dan Solusi
Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengakui adanya beberapa kendala yang sempat muncul dalam proses registrasi E-Card gratis. Salah satunya adalah gangguan pada layanan verifikasi melalui WhatsApp akibat lonjakan jumlah pesan yang masuk, yang menyebabkan sistem mengidentifikasinya sebagai spam.
Selain itu, beberapa pengguna kartu E-Card gratis juga melaporkan kegagalan saat melakukan tap di mesin e-mobile. Muncul notifikasi "kartu kedaluwarsa" akibat kesalahan pengisian data, di mana pendaftar keliru memasukkan tanggal pendaftaran sebagai tanggal masa aktif kartu.
"Masalah spam pada nomor WhatsApp layanan telah berhasil diatasi dan kini kembali normal untuk proses verifikasi. Kami juga menyarankan para pendaftar untuk melihat bagian FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) di situs Trans Semarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," jelas Haris.
Bagi pengguna yang mengalami masalah kartu kedaluwarsa, solusinya adalah melakukan registrasi ulang dengan data yang benar. Haris juga menekankan bahwa pembuatan kartu E-Card gratis ini tidak memiliki batas waktu, sehingga para pelajar dan mahasiswa ber-KTP Kota Semarang yang memenuhi syarat dapat mendaftarkan diri kapan saja melalui situs resmi Trans Semarang (transsemarang.semarangkota.go.id) dan memilih menu E-Card. Pastikan untuk mengisi semua data dengan lengkap dan benar, termasuk lokasi pengambilan kartu.