Akses Menuju Negeri di Atas Awan Citorek, Lebak, Kembali Normal Setelah Longsor
Akses Menuju Negeri di Atas Awan Citorek, Lebak, Kembali Normal Setelah Longsor
Jalur menuju objek wisata Negeri di Atas Awan Citorek, Kabupaten Lebak, Banten, yang sempat terputus akibat longsor pada Sabtu malam (8 Maret 2025), telah kembali dibuka untuk umum pada Minggu (9 Maret 2025). Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan warga setempat bahu-membahu membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan provinsi penghubung Cipanas-Citorek-Warungbanten di Kecamatan Majasari.
Proses pembersihan material longsor yang melibatkan alat berat dari pihak provinsi berlangsung intensif sepanjang Minggu pagi. Camat Sobang, Sukarna Jaya, yang berada di lokasi kejadian melaporkan bahwa jalur tersebut kini telah dapat dilalui kendaraan. Namun, ia mengingatkan para pengguna jalan agar tetap berhati-hati karena sisa material longsor masih menyisakan kondisi jalan yang licin dan rawan kecelakaan. "Pembersihan sudah selesai, jalan sudah bisa dilewati, tapi harus tetap waspada karena masih ada sisa tanah yang membuat jalan licin," ujar Sukarna.
Longsor yang terjadi pada Sabtu malam disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Tebing setinggi kurang lebih 50 meter ambruk, menutup akses jalan secara total dan menyebabkan terhentinya sementara lalu lintas di jalur tersebut. Insiden ini menyebabkan dampak signifikan bagi aksesibilitas menuju objek wisata Negeri di Atas Awan Citorek, yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Kejadian ini pun bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut.
Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Unit Pelaksana Teknis Daerah (ULTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Lebak, Firman Zuliansyah, menjelaskan bahwa lokasi longsor berada di daerah rawan longsor. Kontur tanah yang berbukit-bukit dan intensitas curah hujan yang tinggi meningkatkan potensi terjadinya longsor susulan. Firman mengingatkan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi di lokasi yang sama, bahkan terdapat kejadian jalan ambles pada bulan Desember 2024 lalu. "Wilayah ini memang rawan longsor. Intensitas hujan tinggi meningkatkan risiko, maka kami mengimbau agar pengguna jalan tetap waspada dan berhati-hati," tegas Firman.
Pihak berwenang menekankan pentingnya kewaspadaan bagi para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut, terutama selama musim penghujan. Pemeriksaan berkala terhadap kondisi jalan dan upaya mitigasi bencana longsor terus dilakukan untuk meminimalisir risiko kejadian serupa di masa mendatang. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di daerah rawan longsor.
Catatan: Perbaikan jalan secara permanen mungkin masih memerlukan waktu dan perencanaan yang matang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan di masa mendatang. Masyarakat diimbau untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi jalan dari pihak berwenang sebelum melakukan perjalanan.