Konflik Parkir Berujung Kekerasan: Pengemudi Taksi Jadi Korban Pengeroyokan di Blok M

Jakarta Selatan digegerkan dengan insiden pengeroyokan yang menimpa seorang pengemudi taksi berinisial WS di kawasan Blok M pada tanggal 11 Mei 2025. Peristiwa ini diduga dipicu oleh perselisihan terkait parkir di tepi jalan.

Menurut keterangan AKP Bima Sakti, Kanit Resmob Polres Jakarta Selatan, kejadian bermula ketika WS menghentikan taksinya di area yang menjadi lahan parkir ilegal. Diduga, para pelaku yang merupakan juru parkir liar (jukir) merasa terganggu dengan keberadaan taksi tersebut. Teguran yang dilayangkan jukir kemudian dibalas dengan ucapan kasar oleh WS, memicu eskalasi konflik.

"Korban yang merupakan pengemudi taksi berhenti di pinggir jalan. Kemudian ditegur oleh pelaku yang diduga sebagai jukir di lokasi tersebut. Kemudian terjadi adu mulut yang menyebabkan perkataan kasar dari korban," terang AKP Bima Sakti kepada awak media.

Emosi yang tersulut membuat salah seorang pelaku menyerang WS. Pertikaian satu lawan satu ini kemudian berkembang menjadi pengeroyokan setelah dua rekan pelaku lainnya turut campur. WS yang tak berdaya menjadi bulan-bulanan amukan para jukir liar tersebut.

"Awalnya hanya satu lawan satu, namun ketika pelaku terjatuh, rekan-rekannya langsung datang dan melakukan pengeroyokan," imbuh AKP Bima Sakti.

Akibat aksi brutal tersebut, WS mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan kejadian ini. Pada tanggal 13 Mei 2025, tim Resmob Polres Jakarta Selatan berhasil mengamankan ketiga pelaku di sebuah kontrakan di sekitar Blok M.

"Para pelaku kami amankan di tempat tinggal mereka di daerah Blok M, kemudian kami melakukan pengembangan untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain," jelas AKP Bima Sakti.

Korban telah menjalani perawatan medis dan visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Kasus pengeroyokan ini menjadi bagian dari operasi Berantas Jaya 2025 yang sedang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Kasus ini juga menjadi bagian dari Operasi Berantas Jaya 2025 yang sedang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya," pungkas AKP Bima Sakti.