Oknum Ormas Intimidasi Purnawirawan Polri di Pasar Induk Kramat Jati, Polisi Bertindak Tegas
Premanisme Berkedok Ormas Resahkan Pasar Induk Kramat Jati
Jakarta - Aksi premanisme yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) kembali mencoreng citra Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Kali ini, korbannya adalah seorang purnawirawan Inspektur Polisi Satu (Iptu) bernama Teguh, yang menjabat sebagai kepala keamanan pasar.
Insiden bermula ketika Teguh melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area terlarang. Tindakan tegas ini rupanya tidak diterima oleh sekelompok oknum ormas yang diduga membekingi para PKL tersebut. Teguh yang tengah bertugas di pos pantau, tiba-tiba didatangi dan diintimidasi oleh seorang pria yang kemudian diketahui sebagai pengurus ormas bernama Pendi. Dalam video yang viral di media sosial, tampak Pendi mendorong dan membentak Teguh, mempertanyakan alasan penertiban PKL.
"Kamu mau ngajak ribut dengan saya, kenapa pedagang saya diusir-usir, itu perintah siapa?" hardik Pendi seperti ditirukan Teguh.
Merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut, Teguh mencoba mengejar Pendi. Namun, ia justru mendapati puluhan anggota ormas lainnya telah berkumpul di area loading cabai. Karena jumlah massa yang tidak seimbang dan situasi yang semakin memanas, Teguh memilih untuk mundur dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Tindakan Tegas Aparat Keamanan
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Kramat Jati bersama dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bergerak cepat. Enam orang yang diduga terlibat dalam aksi intimidasi tersebut berhasil diamankan. Kapolsek Kramat Jati, Kompol Rusit, membenarkan penangkapan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk premanisme di wilayah hukumnya.
"Ada enam orang yang diamankan Ditreskrimum Polda Metro Jaya," ujar Kompol Rusit.
Selain penangkapan pelaku intimidasi, aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satpol PP juga melakukan pembongkaran pos-pos ormas yang berdiri secara ilegal di dalam area Pasar Induk Kramat Jati. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk membersihkan pasar dari praktik-praktik premanisme dan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi para pedagang dan pembeli.
"Malam hari ini juga, perintah pimpinan kita untuk membongkar pos-pos ormas yang ada di Pasar Induk Kramat Jati," tegas Kompol Rusit.
Razia juga digelar untuk mencari preman-preman lain yang mungkin masih bersembunyi di dalam pasar. Meskipun demikian, dalam razia tersebut tidak ditemukan adanya pelaku premanisme lainnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Mereka berjanji akan terus melakukan penertiban dan memberantas segala bentuk premanisme di Pasar Induk Kramat Jati. Diharapkan, tindakan tegas ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku dan menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat yang beraktivitas di pasar tersebut.
Pasar Induk Kramat Jati sebagai salah satu pusat distribusi komoditas penting di Jakarta, harus terbebas dari segala bentuk gangguan keamanan, termasuk aksi premanisme. Kehadiran ormas yang seringkali melakukan pungutan liar dan intimidasi, sangat meresahkan para pedagang dan merugikan perekonomian daerah. Oleh karena itu, tindakan tegas dari aparat kepolisian sangat diapresiasi dan diharapkan dapat terus berlanjut secara berkelanjutan.