Posisi Sekretaris Jenderal PDIP Belum Terisi: Keputusan Strategis di Tangan Megawati Soekarnoputri

Kursi Sekjen PDIP Masih Lowong, Menunggu Arahan Megawati

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini belum mengumumkan pengganti Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Penentuan sosok yang akan mengisi posisi strategis ini sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Ketidakpastian ini muncul setelah Hasto Kristiyanto ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Januari 2025. Penahanan tersebut terkait dengan kasus dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku, seorang buronan yang menjadi sorotan publik.

Kasus ini telah memasuki babak baru dengan bergulirnya persidangan. Hasto didakwa oleh KPK atas dugaan menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, dengan nilai mencapai Rp 600 juta. Suap tersebut diduga bertujuan untuk memuluskan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 atas nama Harun Masiku.

Menurut dakwaan, seharusnya Riezky Aprilia yang berhak menggantikan Nazaruddin Kiemas (Almarhum) sebagai anggota DPR karena memperoleh suara terbanyak kedua pada pemilu. Namun, Hasto diduga meminta Mahkamah Agung untuk mengeluarkan fatwa yang menguntungkan Harun Masiku, sehingga ia dapat menggantikan posisi Nazaruddin Kiemas.

Dalam menjalankan aksinya, Hasto diduga tidak bertindak sendiri. Ia dibantu oleh orang-orang kepercayaannya, yaitu Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri, serta Harun Masiku sendiri. Donny Tri Istiqomah kini telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara Saeful Bahri telah divonis bersalah. Harun Masiku masih berstatus buron dan dalam pengejaran pihak berwajib.

Selain dugaan suap, Hasto juga didakwa menghalangi penyidikan kasus suap dengan tersangka Harun Masiku. Ia diduga melakukan berbagai upaya untuk mempersulit penangkapan Harun Masiku, yang telah menjadi buron sejak tahun 2020.

Mekanisme Penentuan Sekjen di PDIP: Hak Prerogatif Ketua Umum

Wasekjen PDIP, Utut Adianto, menegaskan bahwa penentuan Sekjen partai merupakan hak prerogatif Ketua Umum. Megawati Soekarnoputri memiliki peran sebagai formatur tunggal dalam menentukan struktur kepengurusan partai.

"Di PDI itu tidak ada pemilihan (terkait Sekjen). Ibu (Megawati) aklamasi ketua umum, nanti Ibu yang menyusun kabinetnya, Ibu formatur tunggal," jelas Utut di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

Utut mengakui bahwa dirinya belum mengetahui nama-nama yang berpotensi mengisi posisi Sekjen PDIP. Saat ini, ia lebih fokus pada urusan teknis partai.

"Kalau itu kamu yang nanya, saya mana tahu (soal calon Sekjen)," ujarnya.

Dengan demikian, posisi Sekjen PDIP masih menjadi teka-teki. Keputusan akhir berada di tangan Megawati Soekarnoputri, yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang akan menduduki jabatan tersebut.