Selain Hubungan Seksual, Dokter Ungkap Jalur Penularan HPV Penyebab Kanker Serviks Lainnya
Kanker serviks, penyakit yang menakutkan bagi kaum wanita, seringkali dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko seperti bergonta-ganti pasangan. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya tepat. Dr. Enny Listiawati, seorang ahli kesehatan masyarakat, menjelaskan bahwa penularan Human Papillomavirus (HPV), virus penyebab utama kanker serviks, tidak selalu terjadi melalui hubungan seksual.
"Banyak yang mengira kanker serviks hanya mengancam wanita yang sering berganti pasangan. Padahal, HPV bisa menular melalui kontak langsung," ungkap Dr. Enny dalam sebuah diskusi kesehatan. Pernyataan ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin HPV menular tanpa adanya kontak seksual?
Dr. Enny menjelaskan bahwa virus HPV memiliki kemampuan unik untuk bertahan hidup di luar tubuh manusia. Virus ini dapat menempel pada benda-benda mati dan tetap infeksius selama beberapa hari. "HPV ini cukup kuat. Dia bisa bertahan hidup selama 7 hingga 14 hari pada benda mati," jelasnya.
Selama masa bertahan hidup tersebut, virus HPV dapat menginfeksi orang lain melalui sentuhan. Salah satu media penularan yang perlu diwaspadai adalah toilet. Penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa HPV dapat bertahan hidup di permukaan toilet yang kering selama satu hingga dua minggu.
"Memang, penelitian di luar negeri menunjukkan virus ini bisa bertahan di toilet kering selama satu hingga dua minggu. Kita tidak tahu apakah di toilet yang basah, virus ini bisa bertahan lebih lama," imbuh Dr. Enny.
Dr. Enny menekankan bahwa penularan HPV sangat mudah terjadi karena banyaknya media perantara. "Sepanjang hidupnya, setidaknya satu dari dua wanita yang pernah berhubungan seksual akan terinfeksi HPV," katanya.
Lantas, bagaimana cara terbaik untuk mencegah penularan HPV dan melindungi diri dari kanker serviks? Dr. Enny, sebagai seorang vaksinolog, merekomendasikan vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan yang paling efektif. "Pastikan untuk mendapatkan vaksinasi HPV sebelum menikah," tegasnya.
Saat ini, terdapat lebih dari 100 jenis HPV, dan beberapa di antaranya dapat menyebabkan kanker. Vaksin HPV dapat membantu mencegah infeksi HPV yang bertanggung jawab atas sekitar 90% kasus kanker serviks. Vaksin ini idealnya diberikan sejak usia 9 tahun.
"Vaksinasi HPV lebih efektif jika diberikan pada usia muda, dan jumlah dosis yang dibutuhkan juga lebih sedikit," jelas Dr. Enny. Pada usia 9 hingga 14 tahun, vaksinasi HPV cukup diberikan dua kali. Namun, jika vaksinasi baru dilakukan setelah usia 15 tahun, diperlukan tiga dosis.
"Jika memungkinkan, prioritaskan vaksinasi HPV untuk anak-anak sejak usia 9 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, demi kesehatan keluarga," pungkasnya.
Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi penularan HPV:
- Vaksinasi HPV: Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi HPV.
- Skrining Kanker Serviks: Melakukan skrining kanker serviks secara teratur dapat membantu mendeteksi dini perubahan sel yang abnormal.
- Praktik Kebersihan yang Baik: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV.