Ratusan Calon Haji Jawa Timur Menanti Visa untuk Berangkat ke Tanah Suci
Hingga saat ini, sebanyak 200 calon jemaah haji asal Jawa Timur (Jatim) masih menunggu kepastian visa untuk dapat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Proses penerbitan visa bagi para calon tamu Allah ini terus diupayakan.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan penerbitan visa tersebut. Ia meyakinkan bahwa proses pencetakan visa terus berlangsung setiap hari dan diharapkan segera rampung. Dari total kuota haji Jawa Timur yang mencapai 35.152 orang, sekitar 200 calon jemaah masih dalam proses penerbitan visa.
Sementara itu, Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) telah memberangkatkan 15.238 calon haji ke Tanah Suci, yang terbagi dalam 42 kelompok terbang (kloter). Para jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Surabaya sejak hari Minggu telah bergeser dari Madinah menuju Makkah. Jemaah yang sudah diberangkatkan berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Tulungagung, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Nganjuk.
Disamping itu, terdapat enam jemaah haji yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Sukolilo. Mereka mendapatkan pendampingan dari dua petugas kesehatan selama masa perawatan. Pihak PPIH Embarkasi Surabaya memohon doa agar para jemaah yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Menyikapi potensi terpisahnya jemaah haji dari keluarga atau kloter asal selama di Makkah, Bahtiar mengimbau agar para jemaah dapat memahami dan bersabar terhadap kebijakan syarikah yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Sistem kloter berbasis syarikah ini mengharuskan jemaah untuk mengikuti pengelompokan yang tertera pada visa mereka. Kondisi ini dapat menyebabkan perbedaan syarikah dengan keluarga atau kloter asal, sehingga pemahaman dan ketulusan niat dalam beribadah haji menjadi kunci utama.
Kebijakan syarikah mengharuskan jemaah untuk memahami berdasarkan pengelompokan syarikah yang tertera pada visanya. Pemerintah Arab Saudi menerapkan kloter berbasis syarikah. Bisa jadi syarikahnya berbeda dengan keluarga atau kloternya yang sebelumnya bersama, hal ini yang harus dipahami oleh jemaah. Jemaah harus memiliki niat yang tulus ikhlas untuk melaksanakan ibadah haji.