PLN Gagas Program Listrik Desa: Targetkan 10 Ribu Desa Terangi Nusantara dengan Investasi Rp 42,3 Triliun

PT PLN (Persero) tengah menyusun rencana ambisius untuk menerangi lebih dari 10 ribu desa di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 2025 hingga 2029. Inisiatif strategis ini, yang dikenal sebagai Program Listrik Desa, membutuhkan suntikan dana investasi sebesar Rp 42,3 triliun.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa peta jalan (roadmap) program ini sedang difinalisasi bersama dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perhitungan mendetail mengenai kebutuhan anggaran, bahkan hingga tingkat kecamatan, telah rampung disusun. Informasi mengenai proyek ini juga telah disampaikan kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

"Presiden telah menyatakan komitmennya untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 42,3 triliun untuk mendukung program ini," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI. Ia juga membuka diri untuk berkolaborasi dengan Komisi VII dalam mematangkan rencana tersebut.

Program Listrik Desa akan dilaksanakan secara bertahap, dengan target sebagai berikut:

  • 2025: 1.092 desa
  • 2026: 1.278 desa
  • 2027: 3.822 desa
  • 2028: 2.124 desa
  • 2029: 1.752 desa

Darmawan menekankan pentingnya program ini sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh pelosok Indonesia. Ia juga menyinggung keterlibatan berbagai pihak, termasuk jajaran TNI di daerah, dalam memetakan dan memahami kebutuhan elektrifikasi di wilayah masing-masing.

"Kami dapat mengundang Pangdam setempat untuk memaparkan kondisi daerah masing-masing. Mereka sangat memahami perencanaan ekspansi kelistrikan," jelasnya. Dengan demikian, PLN berharap dapat memastikan bahwa program ini tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat di desa-desa yang belum terlistriki.

Program ini bukan hanya sekadar penyediaan listrik, tetapi juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, membuka peluang ekonomi baru, dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. Ketersediaan listrik akan memungkinkan akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, informasi, dan berbagai layanan publik lainnya.

Selain itu, program ini juga akan mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa-desa, sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, Program Listrik Desa diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.