Menteri Sosial Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat di Pasuruan, Harapan Baru Bagi Anak-Anak dari Keluarga Prasejahtera
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada hari Rabu, 14 Mei 2025, guna meninjau secara langsung persiapan pendirian Sekolah Rakyat (SR). Inisiatif ini merupakan program yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi prasejahtera.
Dalam kunjungannya, Menteri Sosial tidak hanya mengecek kesiapan infrastruktur bangunan yang akan digunakan sebagai lokasi Sekolah Rakyat, tetapi juga memastikan ketersediaan tenaga pengajar yang berkualitas dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, telah dibentuk satuan tugas (satgas) yang terdiri dari beberapa tim, meliputi Satgas Kurikulum, Satgas Sarana Prasarana, Satgas Perekrutan Tenaga Pendidik, serta Satgas Pengawasan. Selain itu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga dilibatkan secara aktif dalam proses identifikasi dan perekrutan calon siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup 53 lokasi di berbagai wilayah di Indonesia, dengan target kapasitas mencapai 4.000 siswa. Sementara itu, tahap kedua sedang dalam proses perencanaan, yang meliputi pencarian aset dan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kesiapan program. Kota Pasuruan sendiri menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam tahap kedua, dengan telah menyiapkan lahan seluas 8 hektar untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat ini secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang berada dalam desil satu, yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mengenyam pendidikan yang layak, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
Salah seorang calon siswa Sekolah Rakyat, Ahmad Ardiansyah, mengungkapkan kebahagiaannya atas kesempatan yang diberikan. Ardi, yang berasal dari keluarga pemulung dengan penghasilan terbatas, mengaku sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP. Konsep boarding school atau sekolah asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat menjadi daya tarik tersendiri bagi Ardi, karena ia ingin belajar hidup mandiri dan mengembangkan potensi dirinya. Dengan penuh haru, Ardi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden dan Menteri Sosial atas kesempatan yang diberikan untuk dapat bersekolah kembali.