Romahurmuziy Kritik Kepemimpinan Mardiono: PPP Perlu Figur Baru di Muktamar Mendatang
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah menghadapi tantangan internal yang signifikan menjelang Muktamar yang direncanakan pada Agustus atau September 2025. Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy, baru-baru ini melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan Muhammad Mardiono, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP saat ini.
Romahurmuziy, yang akrab disapa Rommy, menilai bahwa Mardiono telah gagal membawa PPP mempertahankan posisinya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kegagalan PPP melewati ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2024 menjadi sorotan utama dalam kritik tersebut. Rommy bahkan menyatakan bahwa Mardiono tidak layak untuk kembali dicalonkan sebagai ketua umum dalam Muktamar mendatang.
"Kepemimpinan saat ini sudah gagal mempertahankan PPP di Senayan," ujar Rommy, "Jadi, untuk dimajukan lagi sebagai caketum jelas sudah sangat tidak layak. Hampir seluruh DPW dan DPC sangat setuju dengan hal ini. Sekarang tinggal siapa caketumnya?"
Rommy menekankan pentingnya PPP untuk bersikap fleksibel dalam menanggapi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, yang saat ini mengharuskan calon ketua umum untuk memiliki pengalaman minimal satu periode dalam kepengurusan partai. Ia mengusulkan agar PPP membuka diri terhadap kandidat dari luar partai, dengan alasan bahwa AD/ART bukanlah sesuatu yang sakral dan dapat diubah melalui mekanisme Muktamar.
"Karena AD/ART itu bukan kitab suci. Dia bisa diubah tanpa syarat apapun oleh muktamirin sepanjang disetujui mayoritas. Dan berlaku seketika di muktamar," kata Rommy.
Muhammad Mardiono sendiri menduduki posisi Plt Ketua Umum PPP setelah menggantikan Suharso Monoarfa, yang diberhentikan melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP pada September 2022. Penunjukan Mardiono sebagai pengganti Suharso sempat menuai perdebatan di internal partai.
Profil Muhammad Mardiono
Mardiono, lahir di Yogyakarta pada 11 Juli 1957, dikenal sebagai seorang pengusaha. Ia memiliki pengalaman panjang di PPP, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PPP Provinsi Banten dan Wakil Ketua Umum PPP saat Romahurmuziy menjabat sebagai ketua umum.
Selain aktif di dunia politik, Mardiono juga memiliki jejak rekam yang kuat di dunia bisnis. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten selama beberapa periode. Mardiono juga diketahui memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor.
Di pemerintahan, Mardiono pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode kedua Presiden Joko Widodo. Saat ini, di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ia menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.
Kinerja PPP di Pemilu 2024
Pada Pemilu 2024, PPP mengalami pukulan telak setelah gagal memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Partai berlambang Ka'bah ini hanya memperoleh 3,87 persen suara, yang membuat mereka kehilangan kursi di DPR untuk pertama kalinya sejak Pemilu 1977. Selain itu, dalam Pilpres 2024, PPP mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang berakhir di posisi terakhir. Muktamar PPP mendatang menjadi momentum penting bagi partai untuk mengevaluasi diri dan menentukan arah strategi ke depan.
Juru Bicara PPP, Usman Tokan, mengkonfirmasi bahwa Muktamar akan diselenggarakan antara Agustus dan September 2025. Keputusan ini diambil dalam rapat pengurus harian DPP PPP. Muktamar ini diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu membawa PPP kembali ke jalur kesuksesan.