Polemik Proyek Rp 5 Triliun: Oknum Pengusaha Cilegon Diduga Catut Nama Kadin, Minta Jatah Tanpa Tender

Polemik Proyek CA-EDC: Dugaan Pencatutan Nama Kadin Cilegon Mencuat

Sebuah video yang viral baru-baru ini memicu kontroversi terkait dugaan permintaan jatah proyek senilai Rp 5 triliun oleh sejumlah pengusaha di Cilegon, Banten. Mereka dituding mencatut nama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon dan meminta proyek pembangunan pabrik kimia chlor alkali-ethylene dichloride (CA-EDC) tanpa melalui proses tender yang seharusnya. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pria yang mengklaim sebagai perwakilan Kadin Cilegon terlibat dalam perdebatan dengan pihak Chengda Engineering (CEE), kontraktor asal China yang ditunjuk oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Para pengusaha lokal tersebut diduga mendesak agar sebagian pengerjaan proyek diberikan langsung kepada mereka tanpa mengikuti prosedur lelang yang berlaku. Insiden ini terjadi di kawasan industri Krakatau Steel, Cilegon, di mana para pengusaha tersebut tampak mengenakan seragam putih dan helm proyek.

Tuntutan utama dari kelompok yang mengaku perwakilan Kadin tersebut adalah alokasi proyek senilai Rp 5 triliun untuk Kadin Cilegon, tanpa melalui proses lelang. Mereka menekankan pembagian porsi proyek secara langsung. Menanggapi permintaan tersebut, perwakilan CEE dan CAA menyatakan kesediaan untuk memberikan pekerjaan, asalkan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Cilegon dapat membuktikan kemampuan dan kelayakan mereka. Perwakilan CEE menegaskan pentingnya pembuktian kapasitas sebelum subkontrak dapat diberikan.

Anggota Kadin Cilegon dalam video itu menyoroti nilai proyek yang besar, yaitu Rp 17 triliun, dengan klaim bahwa pengusaha lokal baru mendapatkan bagian sekitar Rp 1 triliun. Mereka mempertanyakan alokasi sisa dana proyek untuk pengusaha lokal.

Klarifikasi Kadin Cilegon dan Investigasi Kadin Pusat

Menanggapi kehebohan yang ditimbulkan oleh video tersebut, Kadin Kota Cilegon memberikan klarifikasi. Wakil Ketua Umum I Kadin Kota Cilegon, Isbatullah Alibasja, menyatakan bahwa permintaan proyek tanpa tender tersebut tidak mewakili sikap resmi organisasi. Ia menjelaskan bahwa pernyataan itu merupakan ekspresi emosi dari salah satu pengurus yang merasa kecewa dengan kurangnya komunikasi dari pihak kontraktor proyek. Isbatullah menegaskan bahwa Kadin Cilegon memahami bahwa proyek strategis nasional tidak mungkin dijalankan tanpa proses tender yang sesuai aturan.

Kadin Indonesia mengambil langkah cepat dengan membentuk tim verifikasi organisasi dan etika untuk menyelidiki insiden ini. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan bahwa pihaknya ingin memverifikasi informasi tersebut secara langsung dan tidak hanya mengandalkan potongan video di media sosial. Investigasi akan melibatkan koordinasi dengan Gubernur Banten, Kementerian Investasi/BKPM, dan aparat penegak hukum.

Anindya menekankan pentingnya menjaga integritas organisasi dan menyatakan bahwa Kadin Pusat akan berkoordinasi dengan pengurus provinsi untuk menindaklanjuti masalah ini di tingkat kota/kabupaten. Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Organisasi juga telah ditugaskan untuk menangani masalah ini secara cepat dan bijaksana.

Reaksi Pemerintah Provinsi Banten

Gubernur Banten, Andra Soni, menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Ia menyatakan bahwa organisasi sebesar Kadin seharusnya memahami regulasi proyek strategis nasional dan mendukung pelaksanaannya.

Poin-poin penting proyek CA-EDC:

  • Pabrik CA-EDC merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029.
  • Proyek ini dikerjakan oleh PT Chandra Asri Alkali, anak usaha Chandra Asri Group, dengan nilai investasi sekitar Rp 15 triliun.
  • Pabrik ini dirancang untuk memproduksi 400 ribu ton kaustik soda basah dan 500 ribu ton ethylene dichloride (EDC) per tahun.
  • Produk-produk ini digunakan dalam berbagai industri, termasuk pemurnian nikel dan alumina untuk baterai kendaraan listrik, industri kertas, rumah tangga, dan bahan baku pembuatan PVC untuk konstruksi.

catatan: Tidak ada kesimpulan dan poin-poin penting dalam berita.