Tragedi Ledakan Garut: Unggahan Terakhir Kopda Eri dan Duka Mendalam Keluarga
Duka mendalam menyelimuti keluarga Kopral Dua (Kopda) Eri Dwi Priambodo, salah satu prajurit TNI yang menjadi korban dalam ledakan tragis di Garut, Jawa Barat. Ledakan tersebut terjadi saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa. Kepergian Kopda Eri meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan sejawatnya.
Kabar duka ini terasa semakin pilu, mengingat unggahan terakhir Kopda Eri di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat Kopda Eri tengah berada di dekat amunisi berukuran besar. Tak disangka, foto tersebut menjadi kenangan terakhir sebelum ia gugur dalam tugas negara. Ayahanda Kopda Eri, Rusman (69), mengungkapkan bahwa putranya sempat berpamitan untuk melaksanakan tugas pemusnahan peledak di Garut sebelum berangkat dari Jakarta. Unggahan foto tersebut menjadi pertanda terakhir yang tak disadari oleh keluarga.
Jenazah Kopda Eri tiba di rumah duka di Dusun Banjarsari, Desa Kebumen, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, pada Selasa (13/5/2025). Kedatangan jenazah disambut dengan isak tangis dan rasa kehilangan yang mendalam. Ratusan pelayat dari berbagai kalangan, termasuk keluarga, kerabat, tetangga, dan rekan-rekan TNI, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut tidak menghalangi para pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kopda Eri merupakan salah satu dari empat prajurit TNI yang gugur dalam insiden ledakan di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Selain prajurit TNI, sembilan warga sipil yang turut membantu dalam proses pemusnahan amunisi juga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Almarhum bertugas di Gudang Pusat Amunisi III (Gupusmu III), sebuah unit di bawah Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) TNI AD yang memiliki tanggung jawab dalam penyimpanan dan pemusnahan amunisi yang sudah tidak layak pakai.
Prosesi pemakaman Kopda Eri dilaksanakan di TPU Banjarsari, desa tempat tinggalnya. Suasana haru dan duka menyelimuti pemakaman tersebut. Karangan bunga duka cita dari berbagai pihak, termasuk dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, menghiasi halaman rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Kopda Eri meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Ia dikenal sebagai sosok prajurit yang disiplin, berdedikasi tinggi, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas negara.