Puskesmas Perak Jombang: Plafon Ambruk Tak Lama Usai Dibangun dengan Anggaran Miliaran Rupiah
Kabupaten Jombang, Jawa Timur, digegerkan dengan insiden ambruknya sebagian atap plafon Puskesmas Perak. Bangunan yang baru saja rampung pada tahun 2023 dengan menelan anggaran sebesar Rp 4,2 miliar ini, kini kondisinya memprihatinkan. Insiden ini bahkan sempat mencelakai pasien yang tengah menjalani perawatan di puskesmas tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jombang, Hexawan Tjahja Widada, mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan segera pada area plafon yang ambruk. Menurut Hexawan, masa pemeliharaan bangunan tersebut sebenarnya baru saja berakhir pada tahun 2024. Ia menduga, curah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menjadi penyebab utama ambruknya plafon.
Namun, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kerusakan tidak hanya terbatas pada plafon yang ambruk. Beberapa bagian lain dari bangunan Puskesmas Perak juga terlihat mengalami kerusakan signifikan dan terkesan tidak terawat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pembangunan dan pengawasan proyek yang menelan anggaran besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut.
Kerusakan yang terpantau di Puskesmas Perak meliputi:
- Plafon Ambruk: Area plafon di ruang rawat pasien telah diperbaiki, namun kerusakan serupa juga terjadi di area lain seperti tempat salat, lobi ruang tunggu, kamar mandi, ruang rawat inap, dan atap ruang tunggu.
- Dinding Lembap dan Berlumut: Kondisi dinding yang lembap dan ditumbuhi lumut terlihat di sepanjang jalan ruang tunggu, lorong kamar mandi, dan sejumlah dinding lain di area puskesmas.
Menanggapi temuan ini, Kadinkes Jombang menyatakan akan segera menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti temuan kerusakan tersebut dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Ambruknya plafon Puskesmas Perak yang baru saja dibangun ini menjadi sorotan tajam. Publik menanti penjelasan detail mengenai penyebab kerusakan dan langkah konkret yang akan diambil oleh pemerintah daerah untuk memastikan kualitas bangunan fasilitas kesehatan dan keselamatan pasien serta tenaga medis yang bertugas.