Pedagang Bakso di Tasikmalaya Ditusuk, Polisi Buru Dua Pelaku

Pedagang Bakso Ditusuk di Tasikmalaya, Pelaku Masih Buron

Seorang pedagang bakso di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi korban penusukan oleh dua orang tak dikenal pada Sabtu malam, 8 Maret 2025. Peristiwa yang terjadi di Jalan Sewaka ini mengakibatkan korban, Rendi (26), mengalami luka tusuk di bagian perut dan harus menjalani perawatan di RSUD Soekardjo Tasikmalaya. Kejadian ini mengungkap keresahan warga akan meningkatnya aksi kriminalitas di wilayah tersebut, khususnya pada malam hari di bulan Ramadan.

Menurut keterangan Dede, saudara korban, peristiwa bermula saat Rendi sedang berjualan di pinggir jalan. Dua pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba mendekat dan memaksa meminta uang. Ketika Rendi melawan dan berupaya mempertahankan uang hasil penjualan baksonya, yang diperkirakan mencapai Rp 3 juta, ia kemudian ditusuk oleh para pelaku. Setelah berhasil mengambil uang, para pelaku langsung melarikan diri.

"Saudara saya melawan, makanya ditusuk. Uang hasil jualan dibawa kabur," ungkap Dede dengan nada sedih saat ditemui di rumah sakit. Ia menambahkan bahwa Rendi biasanya berjualan hingga larut malam selama bulan Ramadan, berbeda dengan hari-hari biasa. Kondisi korban saat ini dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Mangkubumi, Iptu Jajat Jatnika, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang hingga kini masih buron.

"Kasus ini sedang dalam penyelidikan. Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku," tegas Iptu Jajat. Polisi berharap masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini segera melapor untuk membantu proses penyelidikan.

Meningkatnya Kejahatan Jalanan di Bulan Ramadan

Kejadian ini turut menyoroti peningkatan angka kejahatan jalanan di Kota Tasikmalaya, khususnya selama bulan Ramadan. Hal ini dibenarkan oleh Umar Khadafi (58), seorang tokoh masyarakat setempat, yang mengungkapkan kekhawatiran akan maraknya aksi kriminalitas seperti pencurian, pembegalan, dan geng motor menjelang Lebaran. Jalanan yang sepi pada malam hari di beberapa wilayah, termasuk di sekitar lokasi kejadian, membuat warga semakin waspada.

"Situasi memang meresahkan. Kami berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli dan keamanan di wilayah ini," ujar Umar. Warga setempat pun melakukan berbagai upaya untuk menjaga keamanan lingkungan mereka, salah satunya dengan melakukan kegiatan bersama-sama di malam hari untuk mencegah aksi kejahatan.

Langkah-langkah Antisipasi

Pihak kepolisian dan pemerintah daerah diharapkan meningkatkan patroli rutin, khususnya di wilayah yang rawan kejahatan. Peningkatan pengawasan CCTV dan penerangan jalan juga perlu dipertimbangkan untuk mencegah aksi kejahatan. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan diri dan lingkungan juga sangat penting. Kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di malam hari.

Catatan: Informasi ini berdasarkan keterangan saksi dan pihak berwajib. Detail informasi masih dalam proses pengembangan oleh pihak kepolisian.