Tragedi Ledakan di Garut: Buruh Harian Jadi Salah Satu Korban Tewas Pemusnahan Amunisi
Tragedi ledakan di lokasi pemusnahan amunisi bekas milik TNI di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Salah satu korban tewas teridentifikasi sebagai Endang, seorang buruh harian yang baru sehari bekerja di lokasi tersebut.
Menurut keterangan perwakilan keluarga Endang, Farid, almarhum diajak bekerja oleh seorang teman. "Dia buruh serabutan. Ada temannya yang ngajak kerja di sana," ujar Farid, mengungkapkan bahwa Endang baru saja memulai pekerjaannya di area pemusnahan amunisi.
Keluarga berharap jenazah Endang dapat segera diserahkan untuk dimakamkan dengan layak. "Harapan kami, keluarga korban, semoga bisa segera dibawa pulang untuk dimakamkan," imbuh Farid, menyuarakan duka dan harapan keluarga.
Senada dengan Farid, Uus Sutiana, perwakilan keluarga korban lainnya bernama Dadang, juga mengungkapkan kesedihan dan harapan yang sama. Uus berharap jenazah pamannya dapat segera diserahkan agar dapat dimakamkan oleh keluarga.
"Saya kemarin nunggu di sini dari jam 12 siang sampai sekarang belum bisa. Tentu harapannya segera bisa pulang untuk dimakamkan," tuturnya dengan nada pilu.
Ledakan dahsyat yang terjadi pada Senin (12/5) pukul 09.30 WIB itu merenggut nyawa 13 orang. Dari total korban, empat di antaranya adalah anggota TNI, sementara sisanya merupakan warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berikut adalah daftar nama-nama korban yang telah teridentifikasi:
- Kolonel Cpl Antonius Hermawan
- Mayor Cpl Anda Rohanda
- Agus bin Kasmin
- Ipan bin Obur
- Iyus Ibing bin Inon
- Anwar bin Inon
- Iyus Rizal bin Saepuloh
- Toto
- Dadang
- Rustiawan
- Endang
- Kopda Eri Dwi Priambodo
- Pratu Aprio Setiawan
Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko pekerjaan di lingkungan berbahaya dan mendesak dilakukannya investigasi mendalam untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk santunan dan pendampingan psikologis untuk meringankan beban mereka di tengah kesedihan yang mendalam.