Trump Isyaratkan Potensi Keterlibatan dalam Perundingan Rusia-Ukraina di Turki

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengisyaratkan kemungkinan keterlibatannya dalam perundingan damai antara Rusia dan Ukraina yang dijadwalkan berlangsung di Turki. Sinyal ini muncul di tengah lawatan kenegaraannya ke Timur Tengah.

Perundingan yang direncanakan di Istanbul ini menjadi sorotan, mengingat ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama antara perwakilan Ukraina dan Rusia sejak eskalasi konflik pada tahun 2022. Trump menyatakan pertimbangannya untuk hadir jika kehadirannya dianggap dapat memberikan dampak positif terhadap proses perundingan.

"Saya sedang mempertimbangkan untuk benar-benar terbang ke sana," ujar Trump kepada awak media sebelum keberangkatannya ke Arab Saudi. "Ada kemungkinan itu, saya kira, jika saya berpikir hal itu dapat terjadi."

Trump juga menambahkan optimisme terkait hasil dari pertemuan yang direncanakan di Turki. Dia meyakini bahwa kedua pemimpin negara akan hadir dalam perundingan tersebut.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah mengonfirmasi kehadirannya dalam perundingan di Turki dan secara terbuka menyambut baik potensi kehadiran Trump. Zelensky menyatakan kesiapannya untuk melakukan negosiasi langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Namun, Kremlin belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan kehadiran Putin dalam perundingan tersebut. Sebelumnya, Putin mengusulkan pertemuan langsung sebagai respons terhadap usulan gencatan senjata selama 30 hari yang diajukan oleh Ukraina dan negara-negara Eropa. Usulan ini dilaporkan telah diabaikan oleh Moskow.

Ketika ditanya mengenai potensi sanksi terhadap Rusia jika Putin menolak usulan gencatan senjata, Trump menjawab dengan nada optimis. "Saya memiliki firasat mereka akan setuju. Saya merasakan itu. Saya punya firasat."

Departemen Luar Negeri AS juga memberikan pernyataan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Turki menjadi tuan rumah dan memfasilitasi negosiasi antara Rusia dan Ukraina. Rubio juga menyatakan dukungan terhadap kemungkinan gencatan senjata.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah dan mendesak kedua belah pihak yang berkonflik untuk memanfaatkan kesempatan ini guna mencapai solusi damai.

Berikut poin-poin penting:

  • Pertemuan akan menjadi perundingan langsung pertama sejak 2022.
  • Zelensky mengkonfirmasi kehadirannya dan mengundang Trump.
  • Kremlin belum mengkonfirmasi kehadiran Putin.
  • Turki menawarkan diri sebagai tuan rumah dan fasilitator.