Rujita: Sang Pengemudi di Balik Layar Kesuksesan Siaran Langsung Liga Indonesia
Di tengah gemuruh stadion dan sorotan kamera yang mengabadikan aksi para pemain dan pelatih, terdapat sosok yang jarang terlihat namun memiliki peran krusial dalam menyukseskan siaran langsung sepak bola Indonesia. Ia adalah Rujita, seorang pengemudi bus yang setia mengantarkan kru broadcasting dari satu stadion ke stadion lainnya.
Lebih dari dua dekade telah dilalui Rujita di balik kemudi, dimulai sejak tahun 2003 sebagai pengemudi bus reguler. Pengalaman membawanya melintasi berbagai rute, dari antar kota hingga layanan Transjakarta, sebelum akhirnya berlabuh menjadi bagian penting dari tim yang memastikan jutaan penonton di seluruh Indonesia dapat menyaksikan pertandingan sepak bola favorit mereka.
"Kalau sudah nggak nyaman, ya pindah," ungkap Rujita, menceritakan fleksibilitas awal kariernya. Kini, ia tergabung dalam United Live dengan sistem kerja yang lebih terstruktur dan kontrak yang jelas. Tugasnya kini lebih fokus, mengantarkan tim dengan satu misi: menyukseskan siaran langsung pertandingan sepak bola. Rujita memahami betul pentingnya ketepatan waktu bagi tim teknis untuk mempersiapkan peralatan dan kru lainnya sebelum pertandingan dimulai.
Namun, perjalanan Rujita tidak selalu mulus. Insiden menegangkan pernah dialaminya usai final leg kedua Championship Serie Liga 1 musim lalu, saat bus yang dikendarainya dihadang oleh sekelompok suporter di jembatan Suramadu. Meski telah menjelaskan identitas dan menunjukkan logo televisi, ia tetap tidak luput dari amukan massa. Beruntung, seorang tokoh suporter yang mengenali bus tersebut berhasil menenangkan situasi.
"Saya anggap itu sudah kayak urusan sama orang gila," kenang Rujita. Pengalaman tersebut membuatnya lebih waspada, terutama karena bus yang dikemudikannya menggunakan branding stasiun televisi yang identik dengan klub Persija Jakarta, sementara pelat nomornya berasal dari Bali United. Kombinasi ini terkadang menjadi keuntungan, namun di lain waktu justru menimbulkan masalah.
Rujita menyadari bahwa tugasnya bukan hanya mengantar, tetapi juga menjaga keamanan bus yang menjadi perhatian banyak orang. Ia rela standby di dalam bus selama pertandingan berlangsung untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Orang yang lihat bus ini bisa salah sangka, dikira bawa pemain atau suporter. Kalau ada apa-apa, saya bisa langsung amankan semampu saya,” ujarnya.
Sebagai pengemudi lintas kota dengan jadwal Liga 1 yang padat, Rujita menghadapi tantangan kelelahan. Untungnya, setiap bus kru broadcast selalu dilengkapi dengan dua pengemudi. "Kalau capek, gantian. Kuncinya ya istirahat dan tanggung jawab," jelasnya. Ia juga tidak menampik bahwa berita kecelakaan bus di jalan tol beberapa waktu lalu berdampak pada dirinya dan keluarganya. “Keluarga sering ngingetin, hati-hati. Tapi ya balik lagi, kecelakaan itu banyak faktornya. Yang penting kita rutin cek unit, patuhi aturan, dan tetap waspada di jalan. Sisanya ya serahkan ke 'Yang di Atas',” imbuhnya.
Rujita belajar mengemudi secara otodidak dari pamannya yang seorang sopir bus malam. Kini, SIM B2 Umum miliknya telah diperpanjang sebanyak empat kali. Meskipun bukan pemain yang mencetak gol atau pelatih yang memberikan instruksi, peran Rujita sangatlah penting dalam memastikan kelancaran siaran langsung sepak bola Indonesia.
"Kalau besok ada laga, hari ini saya sudah siapkan unit. Saya cek, saya rawat, supaya semuanya aman dan kru bisa kerja maksimal," pungkasnya, menunjukkan dedikasinya terhadap pekerjaan yang mungkin tidak banyak disorot, namun sangat berarti bagi jutaan penggemar sepak bola di Tanah Air.
Daftar Antisipasi Rujita:
- Berangkat lebih awal.
- Pulang paling akhir setelah pertandingan.
- Kondisi stadion sudah mulai landai.
- Selalu standby di dalam bus selama pertandingan berlangsung.