Perang Tarif Mereda: AS dan China Capai Kesepakatan Pemangkasan Tarif
AS dan China Sepakat Turunkan Tarif di Tengah Perang Dagang yang Mereda
Washington D.C. – Amerika Serikat dan China telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif secara resiprokal, menandai langkah maju dalam meredakan ketegangan perdagangan yang telah berlangsung lama antara dua ekonomi terbesar di dunia. Kesepakatan ini diumumkan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, setelah serangkaian perundingan yang bertujuan untuk mengakhiri perang dagang yang telah menimbulkan kekhawatiran global dan gejolak di pasar keuangan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua negara sepakat untuk menangguhkan sementara penerapan tarif impor selama 90 hari. Lebih lanjut, Bessent mengungkapkan bahwa tarif akan diturunkan secara signifikan, lebih dari 100 poin persentase menjadi 10%. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi perdagangan bilateral dan mengurangi beban ekonomi yang telah dirasakan oleh bisnis dan konsumen di kedua negara.
"Kedua negara mewakili kepentingan nasional mereka dengan sangat baik. Kami berdua memiliki kepentingan dalam perdagangan yang seimbang, AS akan terus bergerak ke arah itu," kata Bessent, menekankan pentingnya hubungan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan antara AS dan China.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan yang berlangsung di Jenewa ini merupakan interaksi tatap muka pertama antara pejabat ekonomi senior AS dan China sejak kembalinya Presiden AS Donald Trump ke tampuk kekuasaan dan meluncurkan kebijakan tarif global yang agresif, termasuk pengenaan bea masuk yang besar terhadap barang-barang China.
Sebelumnya, pada Januari lalu, Presiden Trump menaikkan tarif impor untuk barang-barang dari China menjadi 145%. Tindakan ini memicu pembalasan dari China, yang memberlakukan pembatasan ekspor pada komoditas penting bagi AS dan menaikkan tarif pada barang-barang AS menjadi 125%. Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran tentang dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global dan rantai pasokan.
Kesepakatan pemangkasan tarif ini dipandang sebagai langkah positif menuju normalisasi hubungan perdagangan antara AS dan China. Meskipun masih ada tantangan yang harus diatasi, kedua negara telah menunjukkan kemauan untuk berkompromi dan mencari solusi yang saling menguntungkan. Negosiasi lebih lanjut diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang komprehensif untuk mengakhiri perang dagang dan membangun hubungan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain isu perdagangan, program detikPagi juga menyoroti peristiwa tragis ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, yang menyebabkan korban jiwa. Program berita ini menyajikan informasi terkini dan analisis mendalam mengenai berbagai peristiwa penting di Indonesia dan dunia.