Keselamatan di Jalan Raya: Kolaborasi Polisi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci
Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan penegakan hukum yang tegas dan kesadaran masyarakat yang tinggi.
Victor Assani, Head of Safety Riding Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menekankan bahwa berkendara aman tidak hanya soal keterampilan, tetapi juga kedewasaan emosional dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Ia menjelaskan bahwa dalam menghadapi pelanggaran di jalan, pengendara sebaiknya mengutamakan keselamatan dan menghindari terpancing emosi.
"Dalam berkendara maupun berperilaku di jalan, selain butuh konsentrasi, juga perlu kematangan berpikir. Ingat prinsipnya: sing waras ngalah. Ngalah itu bukan berarti kalah, tapi demi keselamatan yang lebih besar," ujar Victor.
Menurutnya, tindakan arogan atau ugal-ugalan sering kali memicu emosi negatif. Namun, pengendara harus mampu mengendalikan diri dan tidak bertindak gegabah. Victor menyarankan agar pengendara tidak mencoba menegakkan hukum sendiri, melainkan fokus pada keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Memberikan isyarat melalui klakson atau lampu dim dianggap cukup untuk mengingatkan pelanggar.
Victor juga menyoroti pentingnya evaluasi penegakan hukum oleh pihak berwenang. Ia mengamati bahwa lemahnya penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dapat meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Ia mencontohkan keberhasilan Jepang dalam menurunkan angka fatalitas kendaraan roda dua melalui penegakan hukum yang konsisten dan edukasi yang efektif.
"Kalau hukum ditegakkan secara konsisten, seperti di Jepang yang berhasil menurunkan fatalitas kendaraan roda dua dari 4,3 ke 0,56 per 10.000 unit, tentu situasi akan jauh lebih aman. Intinya, edukasi dan penegakan hukum harus berjalan beriringan," kata dia.
Victor menambahkan bahwa infrastruktur jalan yang canggih seperti CCTV dan ETLE dapat mendukung penindakan pelanggaran lalu lintas. Namun, ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dan ketegasan polisi tetap menjadi faktor penentu dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman.
Untuk menciptakan jalanan yang aman dan tertib, berikut adalah beberapa poin penting:
- Kedewasaan Emosional Pengendara: Pengendara diharapkan mampu mengendalikan emosi dan tidak terpancing provokasi saat menghadapi pelanggaran lalu lintas.
- Penegakan Hukum yang Konsisten: Pihak berwenang perlu meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas untuk memberikan efek jera dan menciptakan kepatuhan.
- Edukasi Keselamatan Lalu Lintas: Program edukasi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan lalu lintas dan kepatuhan terhadap aturan.
- Pemanfaatan Teknologi: Penggunaan teknologi seperti CCTV dan ETLE dapat membantu meningkatkan efektivitas penindakan pelanggaran lalu lintas.
- Kesadaran Masyarakat: Masyarakat perlu memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya keselamatan lalu lintas dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman.