Indonesia Tetap Jadi Basis Produksi Strategis Panasonic di Asia Tenggara, PHK Global Tak Berdampak Lokal
Meskipun Panasonic Holdings mengumumkan pemangkasan tenaga kerja secara global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bahwa operasional dan produksi Panasonic di Indonesia tidak terpengaruh. Indonesia tetap menjadi pilar penting dalam rantai pasok dan produksi Panasonic di kawasan Asia Tenggara.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menegaskan bahwa pabrik-pabrik Panasonic di Indonesia justru menjadi pusat ekspor ke lebih dari 80 negara. Hal ini membuktikan daya saing industri elektronik nasional yang kuat di pasar global.
"PHK yang terjadi di Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasional Panasonic di Indonesia," ujar Febri. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga iklim investasi yang kondusif dan mendorong pertumbuhan industri elektronik dalam negeri.
Kendati demikian, Febri mengakui bahwa tingkat utilisasi industri elektronik saat ini masih berada di bawah potensi maksimal. Pada kuartal I tahun 2024, utilisasi tercatat sebesar 50,64 persen, jauh di bawah angka sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 75,6 persen.
Berikut adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan utilisasi dan daya saing industri elektronik:
- Perlindungan pasar domestik: Pemerintah berupaya melindungi pasar domestik dari serbuan produk elektronik impor.
- Menjaga investasi: Pemerintah fokus untuk mempertahankan investasi yang sudah ada dan menarik investasi baru di sektor elektronika.
- Mendorong TKDN: Pemerintah mendukung penuh penguatan industri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
- Peningkatan Produktivitas: Kemenperin terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas industri elektronik melalui berbagai program, mulai dari pemberian insentif, pelatihan tenaga kerja industri, hingga penguatan ekosistem manufaktur berbasis teknologi tinggi.
Febri menekankan pentingnya adaptasi dan transformasi bagi seluruh pelaku industri dan karyawan agar tetap kompetitif di tengah persaingan global yang semakin ketat. Transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional menjadi kunci utama untuk keberlangsungan industri.
Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menjadi modal penting untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
Sebelumnya, Panasonic Holdings mengumumkan rencana PHK terhadap 10.000 karyawan sebagai bagian dari reformasi manajemen. Langkah ini diperkirakan akan menelan biaya restrukturisasi sebesar 130 miliar yen atau sekitar 896,06 juta dollar AS (Rp 14 triliun). Separuh dari pemangkasan tenaga kerja akan dilakukan di Jepang, sementara sisanya di luar negeri.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sempat menyampaikan kekhawatiran atas potensi dampak kebijakan global ini terhadap pekerja Panasonic di Indonesia. Saat ini, terdapat sekitar 7.000 hingga 8.000 pekerja Panasonic di Indonesia yang tersebar di tujuh pabrik.