Polemik Pemulangan Jenazah PMI di Banyuwangi: Keluarga Rizal Sampurna Keluhkan Permintaan Dana Tak Terduga

Keluarga Rizal Sampurna, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang meninggal dunia di Kamboja, mengungkapkan adanya permintaan sejumlah dana tambahan yang dinilai tidak wajar dalam proses pemulangan jenazahnya. Hal ini menambah duka mendalam bagi keluarga yang tengah berupaya memulangkan almarhum untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Yuni, perwakilan keluarga Rizal, menjelaskan bahwa permintaan dana tak terduga tersebut terjadi saat jenazah Rizal dalam proses pemulangan dari Kamboja. Menurutnya, ada pihak yang menghubungi keluarga dan meminta dana tambahan sebesar Rp 3,5 juta. Rincian dana tersebut meliputi biaya penggantian kafan dan pemulasaraan jenazah sebesar Rp 1,5 juta, serta penggantian peti jenazah senilai Rp 2 juta dengan alasan jenazah dalam kondisi basah.

Keluarga Rizal merasa curiga dengan alasan yang diberikan. Mereka mempertanyakan mengapa jenazah bisa dalam kondisi basah. Kecurigaan ini membuat keluarga menolak untuk memenuhi permintaan dana tambahan tersebut. Yuni menambahkan bahwa kejanggalan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan etika dalam proses pemulangan jenazah PMI dari luar negeri.

Jenazah Rizal Sampurna akhirnya tiba di rumah duka pada hari Senin dini hari dan dimakamkan di pemakaman umum setempat pada pagi harinya. Biaya pemulangan jenazah dari Kamboja hingga Bandara Juanda di Sidoarjo ditanggung oleh pihak perusahaan tempat Rizal bekerja di Kamboja, dengan total mencapai 7.800 dollar Amerika. Sementara itu, proses transportasi jenazah dari Bandara Juanda ke rumah duka di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, difasilitasi oleh ambulans dari RSUD Genteng.

Kasus ini menyoroti permasalahan yang kerap dihadapi oleh keluarga PMI yang meninggal di luar negeri. Selain berduka atas kehilangan orang terkasih, mereka juga seringkali dihadapkan pada berbagai kendala administratif dan finansial dalam proses pemulangan jenazah. Kejadian yang dialami keluarga Rizal Sampurna ini menjadi perhatian serius dan membutuhkan investigasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi duka demi keuntungan pribadi.