Tragedi Wisata Pulau Tikus: Kapal Karam, Tujuh Nyawa Melayang, Nahkoda dan Awak Kapal Diamankan Polisi
markdown Kota Bengkulu berduka setelah sebuah kapal wisata yang membawa rombongan wisatawan dari Pulau Tikus mengalami musibah dan karam. Insiden tragis ini menewaskan tujuh orang dan memicu investigasi mendalam dari pihak kepolisian. Polresta Bengkulu bergerak cepat dengan mengamankan nahkoda kapal berinisial ES beserta lima Anak Buah Kapal (ABK) yakni Rd, Ai, Yi, Dk, dan Fi. Mereka kini berada di bawah pengawasan pihak berwajib untuk dimintai keterangan terkait penyebab dan kronologi kejadian nahas tersebut.
Ipda Muhammad Ego Fermana, Kasubdit Tipidter Polresta Bengkulu, menyatakan bahwa penahanan nahkoda dan ABK merupakan langkah awal untuk mengungkap fakta-fakta di balik tragedi ini. Selain mengamankan awak kapal, tim investigasi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk yang dapat membantu mengungkap penyebab pasti karamnya kapal. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kapal tersebut memiliki dimensi panjang 17 meter dan lebar 3,3 meter.
Di tengah upaya penyelidikan yang tengah berlangsung, keluarga korban menunjukkan keresahan dan mempertanyakan standar keamanan serta profesionalitas penyelenggara tur wisata tersebut. Dodi Dores, salah seorang anggota keluarga korban, mengungkapkan keraguannya terkait legalitas agen travel yang mengorganisir perjalanan ke Pulau Tikus. Ia juga menyoroti informasi yang diperoleh dari para korban selamat, yang menyebutkan bahwa mesin kapal tiba-tiba mati dan menyebabkan goncangan hebat.
Kisah pilu juga diceritakan oleh Dodi terkait pengalaman keponakannya yang selamat dari maut. Menurutnya, banyak penumpang yang panik berusaha menyelamatkan diri, sementara keberadaan ABK tidak terlihat saat kejadian. Keponakannya berhasil selamat berkat bantuan penumpang lain, sebuah fakta yang semakin menambah kekecewaan keluarga korban terhadap kinerja awak kapal. Dodi berharap tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah dan agen travel, untuk lebih serius dalam memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan dalam setiap aktivitas wisata bahari.
Ia mendesak penegak hukum, pemerintah kota, dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perizinan dan pengawasan operasional kapal wisata. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan memberikan rasa aman bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Bengkulu.