LPAI Apresiasi Program Pendidikan Karakter Ala Militer di Jawa Barat: Hak Anak Tetap Terjamin

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, memberikan apresiasi terhadap program pendidikan karakter Panca Waluya yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apresiasi ini diberikan setelah melakukan peninjauan langsung ke Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tempat program tersebut dilaksanakan.

Kak Seto, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa program yang mengintegrasikan unsur kedisiplinan ala militer ini tidak melanggar hak-hak anak. Menurutnya, para siswa tetap mendapatkan hak dasar mereka, termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan berorientasi pada anak dalam setiap aspek program.

Dalam peninjauannya, Kak Seto mengamati secara langsung bagaimana para peserta didik mendapatkan hak-haknya, termasuk:

  • Hak untuk tumbuh dan berkembang.
  • Hak untuk mendapatkan perlindungan.
  • Hak untuk menyuarakan pendapat.

Selain itu, Kak Seto juga mencatat bahwa para peserta didik mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan psikologis secara berkala. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan fisik dan mental para siswa.

Kak Seto juga mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bersedia menerima kritik dan masukan, serta memfasilitasi kunjungannya untuk meninjau langsung kondisi para peserta didik. Ia menyatakan akan terus memantau perkembangan program ini dan bahkan berencana untuk ikut mengajar langsung para siswa.

Dalam pesannya kepada para peserta didik, Kak Seto berpesan agar mereka tetap semangat menjalani pendidikan, menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial, serta menjauhi segala bentuk kekerasan dan perundungan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).